Polychem Indonesia Tutup Permanen Usaha Polyester
Wakil Direktur Polychem Indonesia Djali Halim mengatakan penutupan permanen segmen usaha polyester ini karena perseroan rugi berturut-turut.
(Bisnis Tempo) 18/11/25 11:21 41608
PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengumumkan perseroannya telah menutup permanen segmen Divisi Polyester pada 14 November 2025. Divisi ini sebelumnya telah dihentikan sementara pada 29 Maret 2022 karena dampak pandemi Covid-19. “Perseroan memutuskan untuk melakukan penghentian permanen segmen usaha polyester karena mengalami kerugian berturut-turut selama beberapa tahun terakhir dan tidak lagi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan serta strategi jangka panjang perseroan,” kata Wakil Direktur Polychem Indonesia Djali Halim dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa, 18 November 2025. Menurut Djali, kerugian segmen operasi divisi polyester lantaran tekanan harga jual akibat kelebihan pasokan global, kebijakan impor, dan kompetisi ketat dengan produk impor. Di samping itu, kerugian ini terjadi karena fluktuasi harga bahan baku utama yang juga mendongkrak biaya produksi dan utilisasi pabrik yang rendah karena permintaan turun. Manajemen, Djali menambahkan, telah menempuh berbagai efisiensi dan restrukturisasi internal. Namun, upaya itu nihil membuahkan hasil. Profitabilitas segmen polyester belum pulih. Karena itu, Djali mengatakan penghentian permanen divisi ini bagian dari langkah strategis yang tepat untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan keuangan perseroan secara keseluruhan.
Hingga kuartal III 2025, Polychem Indonesia membalik kerugian dari US$ 4,1 juta atau Rp 68,6 miliar (kurs Rp 16.749 per dolar Amerika Serikat) pada periode yang sama tahun lalu menjadi laba US$ 1,05 juta atau Rp 17,5 miliar. Penjualan Polychem meningkat dari US$ 78,1 juta menjadi US$ 106,2 juta pada kuartal III 2025. Djali mengatakan segmen polyester sudah lesu sejak 2022. Ketika itu, segmen polyester tertekan karena harga minyak mentah dunia meningkat dan bahan baku melambung. Di sisi lain, permintaan pasar atas polyester lemah. “Pasar downstream sangat lesu serta konflik geopolitik yang diperkirakan akan berlangsung panjang,” katanya. Meski demikian, Djali memastikan penutupan divisi ini tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku. Sembari itu, manajemen memastikan hak dan kewajiban seluruh pihak terpenuhi.
#polychem-indonesia #polyester #impor
https://tempo.co/ekonomi/polychem-indonesia-tutup-permanen-usaha-polyester-2090664