Goldman Sachs Sebut China Tambah 15 Ton Cadangan Emas pada September 2025
Goldman Sachs melaporkan China menambah 15 ton emas pada September 2025, melebihi angka resmi.
(Bisnis.Com) 18/11/25 17:26 42313
Bisnis.com, JAKARTA — China diperkirakan menambah 15 ton emas ke cadangan devisanya pada September 2025 karena bank sentral mempercepat pembelian mereka setelah jeda musim panas.
Menurut catatan Goldman Sachs Group., jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan angka resmi yang dilaporkan China sebesar 1,24 ton untuk bulan tersebut.
Melansir Bloomberg, Selasa (18/11/2025), analis termasuk Lina Thomas memperkirakan bahwa bank sentral global membeli 64 ton logam mulia pada September, lebih dari tiga kali lipat dari bulan sebelumnya. Menurut Goldman, aksi beli ini kemungkinan berlanjut pada November 2025.
Pembelian oleh bank sentral telah menjadi pendorong utama lonjakan harga emas dalam tiga tahun terakhir, dengan harga mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas US$4.380 per ons pada Oktober 2025 sebelum menurun dalam beberapa minggu terakhir.
Meskipun pembelian oleh pemerintah berperan penting dalam harga emas, hal tersebut masih diselimuti misteri karena negara-negara seringkali tidak melaporkan pembelian mereka dengan akurat.
"Kami terus melihat peningkatan akumulasi emas bank sentral sebagai tren multi-tahun, seiring bank sentral mendiversifikasi cadangan mereka untuk melindungi risiko geopolitik dan keuangan," ujar para analis dalam sebuah catatan.
Goldman mempertahankan asumsi rata-rata pembelian bulanan bank sentral sebesar 80 ton pada kuartal IV/2025 hingga 2026.
Bank tersebut masih memperkirakan harga emas akan mencapai US$4.900 per ons pada akhir tahun depan, didorong oleh pembelian berkelanjutan bank sentral dan arus masuk investor swasta di bawah kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve.
#china-cadangan-emas #goldman-sachs-china #pembelian-emas-bank-sentral #harga-emas-2025 #logam-mulia-china #emas-september-2025 #bank-sentral-emas #cadangan-devisa-china #harga-emas-tertinggi #pembelia