BNI (BBNI) Percepat Transisi Berkelanjutan Sawit Lewat ESG Advisory Playbook
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mempertegas posisinya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan.
(Kompas.com) 20/11/25 13:28 44374
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mempertegas posisinya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan.
Kali ini, BNI meluncurkan ESG Advisory Playbook pertama di Indonesia yang secara khusus dirancang untuk sektor perkebunan kelapa sawit.
Inisiatif ini menjadi panduan komprehensif bagi debitur untuk menjalankan transisi hijau yang terarah, terukur, dan sejalan dengan berbagai standar global.
Dok. Berry Subhan Putra/Kompas.com Ilustrasi kelapa sawit. Negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.Langkah strategis ini sekaligus merespons tuntutan internasional yang semakin meningkat terhadap praktik industri sawit berkelanjutan, termasuk regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang berdampak langsung pada rantai pasok sawit Indonesia.
Panduan transisi hijau yang terukur
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menegaskan peluncuran playbook ini menjadi langkah penting dalam memperkuat praktik keberlanjutan di industri sawit, terutama di tengah dinamika regulasi global.
“Advisory playbook ini merupakan panduan bagi para pelaku usaha untuk memulai dan meningkatkan upaya transisi sesuai strategi dan kapabilitas perusahaan, sehingga proses transisi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terarah,” ujar Alexandra dalam siaran pers, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan BEST Event 2024 yang fokus pada implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) bagi debitur sektor energi.
Tahun ini, BNI memperluas pendampingan ke sektor kelapa sawit sebagai salah satu kontributor terbesar bagi perekonomian nasional.
DOK. Humas Bank Mandiri Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar dalam sebuah kesempatan.“Sebagai bank pertama di Indonesia yang memiliki advisory playbook, hal ini menegaskan komitmen BNI untuk terus menjadi mitra debitur dan mendukung proses transisi Indonesia menuju target NDC 2060 atau lebih cepat,” ujar Alexandra.
Disusun melalui kolaborasi multi-pemangku kepentingan
Penyusunan playbook dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada 30 Oktober 2025 dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain International Finance Corporation (IFC), Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Masukan dari para pemangku kepentingan tersebut memastikan playbook bersifat aplikatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku industri sawit.
Komitmen pendampingan jangka panjang
Alexandra menyatakan, peluncuran playbook ini bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang BNI untuk memastikan debitur mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap industri global.
“Advisory playbook ini kami harapkan dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku usaha untuk merancang dan memperkuat upaya transisi yang selaras dengan strategi dan kapabilitas perusahaan, sehingga setiap pelaku usaha memiliki akses terhadap pendampingan yang relevan dan solutif dalam menghadapi dinamika transisi keberlanjutan,” jelasnya.
Dengan peluncuran ESG Advisory Playbook untuk sektor kelapa sawit, BNI semakin mengukuhkan perannya sebagai institusi keuangan yang aktif mendorong transformasi berkelanjutan di sektor strategis nasional.
Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) menuju target net-zero emission 2060 atau lebih cepat, sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang#industri-sawit #bni #perkebunan-kelapa-sawit #bbni #esg #transisi-hijau