Para Taipan Terkaya di Balik Perusahaan Produsen Susu Lokal

Para Taipan Terkaya di Balik Perusahaan Produsen Susu Lokal

Artikel ini mengulas lima taipan di balik merek susu lokal Indonesia: Sabana Prawirawidjaja (Ultra), Bambang Sutantio (Cimory), Anthony Salim (Indomilk), Chen Tsen Nan (Diamond Milk), dan Hartono bers

(Bisnis.Com) 21/11/25 10:36 45451

Bisnis.com, JAKARTA - Susu adalah salah satu asupan penting untuk memenuhi kelengkapan nutrisi sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Saat ini produk susu dan turunannya semakin mudah ditemukan dengan berbagai merek dan juga dengan harga yang terjangkau.

Beberapa merek susu bahkan juga muncul dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun sudah tidak lagi menganut 4 sehat 5 sempurna.

Namun, belakangan yang menjadi sorotan adalah Susu Sekolah yang diberikan kepada anak-anak, namun hanya mengandung 30% susu segar. Susu tersebut diketahui diproduksi oleh PT Diamond Food Indonesia Tbk.

Di Indonesia, ada beberapa merek susu yang beredar dan di balik banyaknya merek susu yang beredar, ada pula nama-nama taipan besar dengan kekayaan melimpah di balik merek-merek susu yang beredar di Indonesia.

Berikut ini adalah lima taipan yang ada di balik brand susu yang bisa ditemukan di Indonesia.

1. Sabana Prawirawidjaja

Crazy Rich, Sabana Prawirawidjaja adalah pendiri PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) di balik produk susu Ultra yang diawali 53 tahun lalu.

Crazy rich Sabana Prawirawidjaja menjadi pelopor kehadiran susu UHT di Indonesia berawal dari usaha rumahan. Melalui perusahaannya dia turut mengembangkan diri ke usaha minuman kemasan lainnya, hingga dirinya masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan US$940 juta, atau setara sekitar Rp14,3 triliun.

Dia bersama ayahnya, Ahmad Prawirawidjaja membangun perusahaan susu pertamanya di Bandung pada tahun 1958. Saat itu, karena usahanya merupakan usaha rumahan, produksi susu cukup sulit karena setelah diperah hanya bisa bertaan beberapa jam sebelum basi, membuat banyak susu yang tak terjual akhirnya dibuang.

Namun, dengan keahliannya, Sabana menghadirkan susu yang dimasak dengan suhu sangat tinggi (Ultra High Temperature/UHT) sehingga susunya lebih awet tanpa merusak khasiatnya pada tahun 1972. Dari sana, ia menjadi pelopor susu UHT di Indonesia.

2. Bambang Sutantio

Bambang Sutantio adalah pendiri Grup Cimory, produsen dan distributor produk susu dan makanan olahan di Jakarta yang pertama kali berdiri sebagai pengolah daging Macroprima Panganutama pada tahun 1993.

Dia kemudian memulai bisnis susu pada tahun 2004 untuk mendukung peternak sapi perah di Jawa Timur. Setelah 16 tahun berbisnis susu, Bambang Sutantio kemudian membawa grup andalan Cisarua Mountain Dairy ke publik dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2021. Dari aksi tersebut Perseroan dan mengumpulkan dana hingga lebih dari US$200 juta.

Lewat perusahaannya ini, mengutip Forbes, Bambang Sutantio memiliki kekayaan hingga US$2,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun.

3. Anthony Salim

Anthony Salim ada di balik produsen susu Indomilk, PT Indolakto, anak usaha dari Indofood CBP di Indonesia. Merek ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969.

Anthony Salim mengepalai adalah CEO Indofood dengan kekayaan US$12,5 miliar atau sekitar Rp209 triliun.

Salim Group sendiri merupakan perusahaan milik ayahnya yang pernah mengalami masa kejayaan sebelum terjadi krisis moneter pada tahun 1998. Kini, Salim Group bercabang di berbagai bidang dari makanan, minuman, ritel, perbankan, dan telekomunikasi dan energi.

4. Chen Tsen Nan

Chen Tsen Nan merupakan pendiri dan juga Direktur dari PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND). Perusahaannya memproduksi susu dengan merk Diamond Milk, serta susu yang diketahui ada di MBG, Susu Sekolah.

PT Diamond Food Indonesia Tbk awalnya didirikan pada 1995 dengan nama PT Jayamurni Tritunggal. Kemudian pada tahun 2016, PT Jayamurni Tritunggal resmi mengubah namanya dan kemudian menggelar IPO pada tanggal 22 Januari 2020 dengan dengan kode saham DMND.

5. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono

Ya, Hartono bersaudara, orang terkaya ketiga dan keempat di Indonesia, juga turut terjun dalam bisnis susu lewat PT Global Dairi Alami (GDA) yang menjual produk susu dengan merek MilkLife.

Jejak MilkLife bermula dari pembangunan peternakan sapi modern di Subang pada tahun 2019, dua tahun setelah GDA resmi berdiri. Milklife sendiri didirikan oleh Grup Djarum dan penerus grup Kapal Api. Mereka mengembangkan bisnis ini bersama beberapa anggota trah pendiri Kapal Api Group, konglomerasi ritel penguasa pangsa pasar kopi kemasan di Indonesia.

#susu-lokal #produsen-susu #merek-susu #susu-segar #susu-uht #produsen-susu-lokal #taipan-susu #industri-susu #bisnis-susu #susu-sekolah #diamond-milk #ultrajaya-milk #indomilk #cimory #milklife

https://entrepreneur.bisnis.com/read/20251121/265/1930543/para-taipan-terkaya-di-balik-perusahaan-produsen-susu-lokal