Target Swasembada Beras Prabowo Terwujud, Jagung dan Beras Kapan?

Target Swasembada Beras Prabowo Terwujud, Jagung dan Beras Kapan?

Presiden Prabowo mempercepat swasembada beras menjadi satu tahun. Jagung dan gula masih menghadapi tantangan, dengan target swasembada jagung dan gula pada 2027-2028.

(Bisnis.Com) 21/11/25 11:15 45479

Bisnis.com, JAKARTA - Swasembada beras telah diujung mata. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa target swasembada beras yang awalnya ditetapkan selama empat tahun, kini dipercepat menjadi hanya satu tahun berkat kinerja menteri terkait dan dukungan penuh pemerintah.

Namun, untuk komoditas lain seperti jagung dan gula, tantangan masih cukup besar meski target pemerintah telah ditetapkan dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur tepat menuju swasembada beras pada akhir tahun ini.

“Pangan kita khusus beras. Insyaallah, insyaallah tanggal 31 Desember jam 12.00 WIB. Kalau tidak ada aral melintang. 30 hari lebih, 40 hari ke depan. Indonesia swasembada pangan. Itu yang pertama,” ujar Amran di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (20/11/2025).

Mentan menjelaskan bahwa capaian ini awalnya ditargetkan dalam kurun empat tahun, tetapi berhasil dipercepat menjadi hanya satu tahun. Menurutnya, keberhasilan tersebut berkat dukungan penuh dari segi regulasi hingga pembiayaan di sektor terkait.

Adapun, data beras nasional Januari–Oktober 2025 menunjukkan bahwa produksi telah mencapai 31.038.197 ton atau angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog juga meningkat hingga 4,2 juta ton pada Juni 2025.

“Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jadi ya boleh kita tegakkan kepala kita dengan penuh kehormatan. Saya kasih target 4 tahun, mereka hasilkan dalam 1 tahun [swasembada],” ujar Prabowo.

Berkaca dari capaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia tidak membuka keran impor beras pada tahun ini.

“Tahun lalu, Pak Mentan, kita impor 4,5 juta [ton beras]. 2024 ini saya masih Mendagnya, jadi saya agak hafal ini, ini kita impor 4,52 juta [ton beras], sekarang 2025 nol, tidak ada [impor beras],” kata Zulhas.

Selain produksi tinggi, pemerintah juga menaikkan harga gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram untuk menjaga kesejahteraan petani, serta memangkas 145 regulasi terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Kapan Swasembada Jagung dan Gula?

Sementara beras sudah di jalur swasembada, jagung menjadi komoditas yang membutuhkan perhatian serius terkait manajemen pascapanen. Produksi jagung pipilan kering (JPK) hingga Juli 2025 tercatat 9,45 juta ton, dengan surplus yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin, menyoroti tantangan utama yaitu penataan manajemen pascapanen.

“Bulog saja sudah nggak mampu nyimpan berasnya, terus bagaimana kalau penugasan Bulog beli jagung? Mau disimpan di mana jagung kita ini?” ujarnya.

Adapun sekitar 65% produksi jagung nasional dipanen pada kuartal pertama, sehingga penumpukan hasil panen menjadi masalah serius. Selain itu, keterbatasan alat pengering dan gudang membuat kualitas jagung berisiko menurun.

Sholahuddin menyarankan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih difasilitasi dengan gudang penyimpanan dan mesin pengering, serta subsidi benih berkualitas premium untuk meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, untuk mencapai swasembada gula putih pada 2027 membutuhkan lebih banyak dukungan, salah satunya investasi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka peluang investasi swasta untuk mendukung produksi gula nasional.

“Ya dibuka investasi [swasta]. Anda mau investasi, saya buka,” ujar Amran beberapa waktu lalu.

Saat ini, produksi gula dalam negeri baru mencapai 2,5 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional 7,1 juta ton. Pemerintah menargetkan penambahan 500.000 hektare lahan tebu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, swasembada gula konsumsi ditargetkan tercapai pada 2028, dan peningkatan produksi bioetanol pada 2030.

#swasembada-beras #swasembada-pangan-indonesia #produksi-beras-2025 #stok-cadangan-beras-bulog #kemandirian-pangan-indonesia #target-swasembada-jagung #produksi-jagung-nasional #manajemen-pascapanen-ja

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251121/12/1930648/target-swasembada-beras-prabowo-terwujud-jagung-dan-beras-kapan