Kredit Macet Perbankan (NPL) Merangkak Naik di Sumatra Barat

Kredit Macet Perbankan (NPL) Merangkak Naik di Sumatra Barat

Kredit macet di Sumatra Barat naik menjadi 2,72% pada triwulan III/2025. Total aset perbankan mencapai Rp83,82 triliun, dengan kredit UMKM sebesar Rp31,32 triliun.

(Bisnis.Com) 21/11/25 19:00 46038

Bisnis.com, PADANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit macet alias non performing loan di Sumatra Barat tercatat mengalami kenaikan per triwulan III/2025.

Kepala OJK Provinsi Sumbar Roni Nazra mengatakan total aset perbankan Sumatra Barat per September 2025 mencapai Rp83,82 triliun. Jumlah aset itu tumbuh tipis 0,5% dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy). Dari jumlah aset ini, sebesar Rp73,22 triliun merupakan penyaluran kredit. Jumlah kredit ini sendiri mencerminkan pertumbuhan 0,37% (yoy).

“Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,72%, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,35%,” katanya dalam pernyataan resmi OJK, Jumat (21/11/2025).

Dia menambahkan penyaluran kredit untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp31,32 triliun dalam periode ini. Jumlah kredit ini sebesar 42,77% dari total kredit meski terkontraksi sebesar 1,15% (yoy).

OJK mencatat, hingga akhir September tabungan masyarakat dan dunia usaha yang tercermin dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp58,49 triliun atau tumbuh sebesar 3,32% (yoy).

Sedangkan untuk perbankan syariah pada posisi September 2025 memiliki total aset sebesar Rp13,91 triliun, atau tumbuh sebesar 16,10% (yoy) dengan total penghimpunan DPK sebesar Rp11,15 triliun atau tumbuh sebesar 4,97% (yoy), dan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp11,68 triliun atau tumbuh 16,09% (yoy).

“Kalau untuk risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio NPF 1,62%, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,53%,” jelasnya.

Selanjutnya untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) baik konvensional maupun syariah pada posisi September 2025 juga tumbuh dengan baik.

Lalu untuk total aset sebesar Rp2,93 triliun atau tumbuh 10,13% (yoy), dengan total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp2,13 triliun atau tumbuh 7,11% (yoy), dan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp2,25 triliun atau tumbuh 8,95% (yoy), dengan 71,19% merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM.

#kredit-macet #npl-sumatra-barat #ojk-sumatra-barat #aset-perbankan-sumatra-barat #penyaluran-kredit #risiko-kredit #kredit-umkm #dpk-sumatra-barat #perbankan-syariah-sumatra-barat #aset-perbankan-syar

https://sumatra.bisnis.com/read/20251121/534/1930751/kredit-macet-perbankan-npl-merangkak-naik-di-sumatra-barat