BMKG Peringatkan Cuaca Hidrometeorologi di Sumbar, Gubernur: Berpotensi Banjir
BMKG peringatkan potensi banjir di Sumbar akibat cuaca ekstrem. Gubernur imbau warga waspada dan siaga, terutama di 14 daerah berstatus siaga penuh.
(Bisnis.Com) 24/11/25 05:11 47510
Bisnis.com, PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau, Sumatra Barat (Sumbar), merilis kondisi cuaca meningkatnya risiko hidrometeorologi dan masyarakat diimbau tingkatkan kewaspadaan.
Mengutip data BMKG, ada sejumlah faktor jadi penyebab meningkatkan hidrometeorologi, mulai dari penguatan monsun Asia yang memicu dominasi angin baratan, membawa suplai massa udara lembab dari Samudra Hindia menuju wilayah Sumbar.
Kemudian adanya massa udara lembab tersebut bertemu langsung dengan topografi pegunungan Bukit Barisan, memicu peningkatan pembentukan awan hujan lebat melalui proses orographic lifting.
Lalu adanya fenomena IOD negatif dan aktivitas gelombang rossby ekuatorial turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah pesisir barat dan daerah perbukitan.
Kondisi tersebut menyebabkan potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin di sejumlah wilayah di Sumbar menjadi meningkat.
BMKG juga telah menetapkan 14 kabupaten dan kota di Sumbar dalam status siaga penuh, yakni untuk Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Lima Puluh Kota, serta wilayah sekitarnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi meminta seluruh masyarakat di daerah itu meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG untuk periode 21–27 November 2025.
Dia menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Ia meminta seluruh unsur pemerintah daerah hingga tingkat nagari bersiaga penuh, sembari menghimbau masyarakat untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain.
“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah lonsor. Setelah mengetahui adanya rilis resmi BMKG," katanya, Minggu (23/11/2025).
Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten dankota melalui BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama bagi 14 daerah yang ditetapkan BMKG dalam status siaga penuh.
“Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten dan kota segera memperkuat pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat terlindungi, terutama pada daerah yang telah ditetapkan BMKG dalam status siaga penuh,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Mahyeldi mengimbau supaya meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor.
Kemudian masyarakat juga diminta untuk menyiapkan tas siaga yang berisikan dokumen penting, serta memahami jalur evakuasi di wilayahnya masing-masing.
"Masyarakat juga harus pro aktif memantau informasi yang berasal dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Jangan percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas," tutupnya.
#bmkg-sumbar #cuaca-hidrometeorologi #peringatan-cuaca #potensi-banjir #tanah-longsor-sumbar #angin-kencang-sumbar #hujan-lebat-sumbar #kewaspadaan-masyarakat #siaga-penuh-sumbar #bencana-alam-sumbar #n-a