Tarik Ulur Bakrie (ENRG) dengan Investor Jepang di Blok Migas Kangean
PT Energi Mega Persada (ENRG) kini sepenuhnya menguasai Blok Kangean setelah membeli sisa saham JAPEX. ENRG fokus eksplorasi dan pengembangan di Kangean dan Gebang.
(Bisnis.Com) 25/11/25 20:13 50170
Bisnis.com, JAKARTA — Setelah berkolaborasi sejak 2007, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) kini menjadi pemilik tunggal dan operator lapangan minyak dan gas Kontrak Kerja Sama (KKS) Kangean. Perusahaan minyak keluarga Bakrie itu menuntaskan sisa 25% kepemilikan Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. (JAPEX) di lapangan minyak area Jawa Timur itu.
Dalam catatan Bisnis, awalnya keluarga Bakrie menjual menarik investor Jepang untuk membantu permodalan mengembangkan blok ini. Konglomerat asal Lampung itu kemudian menjual hak partisipasi Blok Kangean pada Mitsubishi Corporation dan Japex Petroleum Co. Ltd. dengan pembagian sama besar dan total 50%. Divestasi ini membuat keluarga ini menerima US$360 juta.
Pada 2020, ENRG membeli kepemilikan Mitsubishi sebesar 25%. Perusahaan merogoh kocek US$43,5 juta atas akuisisi ini. Setelah 5 tahun berlalu, kini sisa saham yang masih digenggam investor Jepang Japex ditebus seluruhnya. Tidak disebutkan besaran biaya aksi korporasi ini. Akan tetapi, secara beriringan JAPEX mengakuisisi 50% saham di Blok Gebang, Sumatra Utara milik ENRG
CEO & Direktur Utama ENRG Syailendra S. Bakrie menyatakan keyakinannya terhadap potensi jangka panjang Kangean, khususnya pada lapangan Rancak dan West Kangean. Perseroan berencana melakukan pengeboran tiga sumur pengembangan serta memperkuat eksplorasi di West Kangean.
“Kami tengah mempersiapkan pengembalian Rancak, termasuk pengeboran tiga sumur pengembangan, serta memperkuat kegiatan eksplorasi di West Kangean untuk memverifikasi potensi lebih lanjutnya,” ulasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).
Syailendra menambahkan, Gebang melalui Lapangan Secanggang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 dengan kapasitas awal sekitar 40 juta kaki kubik gas per hari. Pengembangan lebih lanjut diproyeksikan mendongkrak kapasitas produksi jangka menengah dan menambah portofolio gas EMP.
“Bersama JAPEX, kami berencana mengembangkan lapangan ini lebih lanjut untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi di masa depan,” tuturnya.
CFO & Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto menyebutkan kehadiran JAPEX di Sumatra Utara sebagai mitra akan memperkuat kemampuan ENRG dalam mempercepat pengembangan melalui akses pendanaan yang lebih baik.
Sementara itu, terkait dengan akuisisi Kangean, dia menyatakan KKS tersebut akan terus menjadi kontributor utama terhadap produksi gas perseroan. “Saat ini, Kangean merupakan aset gas terbesar kedua dalam portofolio kami.”
Seiring langkah tersebut, saham ENRG ditutup melemah 1,97% ke level Rp995 per saham, Selasa (25/11/2025). Meski demikian, saham perseroan mencatat lonjakan 332,61% dan menguat 70,09% dalam kurun 3 bulan terakhir.
--
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bakrie-kangean #energi-mega-persada #japex-akuisisi #blok-kangean #mitsubishi-divestasi #rancak-pengeboran #west-kangean-eksplorasi #gebang-produksi-gas #japex-sumatra-utara #enrg-saham #kangean-aset