Menko Airlangga Isyaratkan Tak Ada Insentif untuk Otomotif pada 2026, Kenapa?

Menko Airlangga Isyaratkan Tak Ada Insentif untuk Otomotif pada 2026, Kenapa?

Pemerintah menilai industri otomotif nasional saat ini sudah cukup kuat dibandingkan beberapa waktu terakhir yang perlu distimulus.

(Kompas.com) 26/11/25 18:16 51376

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengisyaratkan bahwa pemerintah kemungkinan besar tidak akan memberikan insentif khusus sektor otomotif pada 2026.

Pasalnya, pemerintah menilai industri otomotif nasional saat ini sudah cukup kuat dibandingkan beberapa waktu terakhir yang perlu distimulus dengan berbagai jenis insentif.

Sebagai informasi, pada tahun ini pemerintah memberikan insentif khusus sektor otomotif di antaranya insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai yang akan segera berakhir pada akhir tahun ini.

Dok. Seven Event Ilustrasi suasana pameran GIIAS 2025

Selain itu, digelarnya beberapa pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Indonesia International Motor Show (IIMS), hingga Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) mengindikasikan industri ini mulai bergeliat.

"Insentif tahun depan tidak ada. Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi sudah pameran di sini, kuat banget," ujarnya setelah menghadiri Kompas100 CEO Forum di ICE BSD, Rabu (26/11/2025).

Kendati demikian, Airlangga mengakui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih mengkaji opsi insentif otomotif.

Namun sampai saat ini masih belum ada kepastian insentif akan digelontorkan pada tahun depan.

"Iya, dikaji tapi belum diputuskan," ucapnya.

Dengan demikian, peluang pemerintah kembali memberikan insentif khusus sektor otomotif masih terbuka pada 2026.

"Masih ada peluang. Kita lihat hasil dari GIIAS ini," tukasnya.

Sebelumnya, Kemenperin tengah menuntaskan usulan insentif baru bagi industri otomotif yang akan diajukan ke Kemenko Perekonomian untuk kebijakan fiskal 2026.

DOK. Kemenperin Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan insentif ini diperlukan untuk mempercepat pemulihan industri otomotif yang tengah menghadapi tekanan daya beli serta dinamika pasar global.

"Sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan. Multiplier effect-nya tinggi, keterkaitannya luas, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," kata dia dalam keterangannya dikutip Jumat (14/11/2025).

"Oleh karena itu kami mengusulkan skema insentif yang mirip dengan kebijakan saat pandemi Covid-19,” ujar Agus.

Fokus utama usulan ini adalah perlindungan tenaga kerja serta penciptaan peluang kerja baru. Pemerintah berharap industri kembali tumbuh lebih cepat pada tahun mendatang.

Saat ini nilai investasi otomotif diperkirakan mencapai Rp 174 triliun dengan tenaga kerja langsung hampir 100.000 orang. Ekosistem pendukungnya juga melibatkan jutaan pekerja lain.

"Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai. Intervensi yang terukur lewat insentif diperlukan,” kata Agus.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#industri-otomotif #giias #kebijakan-fiskal #insentif-untuk-kendaraan-listrik

https://money.kompas.com/read/2025/11/26/181602526/menko-airlangga-isyaratkan-tak-ada-insentif-untuk-otomotif-pada-2026-kenapa