Harga Minyak Global Memanas, Pasar Cermati Risiko Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Global Memanas, Pasar Cermati Risiko Kelebihan Pasokan

Harga minyak global naik tipis karena investor mencermati risiko kelebihan pasokan dan perkembangan damai Rusia-Ukraina. Brent naik 0,67% ke US$62,9/barel.

(Bisnis.Com) 27/11/25 06:09 51813

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia menguat tipis menjelang libur Thanksgiving di Amerika Serikat, seiring dengan sikap investor yang menimbang potensi kelebihan pasokan serta perkembangan pembicaraan damai Rusia–Ukraina.

Melansir Reuters pada Kamis (27/11/2025), harga minyak berjangka jenis Brent naik 42 sen atau 0,67% menjadi US$62,9 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 50 sen atau 0,86% ke US$58,45 per barel.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik 2,8 juta barel menjadi 426,9 juta barel pada pekan lalu seiring lonjakan impor. Kenaikan tersebut jauh di atas ekspektasi analis yang memperkirakan tambahan 55.000 barel.

“Kita jelas menuju kondisi surplus pasokan yang cukup besar, dan kenaikan stok ini mencerminkan arah tersebut,” ujar John Kilduff, partner di Again Capital.

EIA juga menyebut impor minyak mentah bersih AS melonjak 1,05 juta barel per hari (bph) menjadi 2,84 juta bph, level tertinggi sejak awal September 2025.

Perusahaan energi AS pekan ini memangkas jumlah rig minyak dan gas yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam empat pekan terakhir, menurut data Baker Hughes.

Sementara itu, tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa aliansi produsen tersebut kemungkinan mempertahankan level produksi pada pertemuan Minggu (30/11/2025) mendatang. Investor juga menunggu kejelasan lebih lanjut soal negosiasi Rusia–Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada para pemimpin Eropa pada Selasa (25/11/2025) bahwa dia siap melanjutkan kerangka kerja yang didukung AS untuk mengakhiri perang, yang sebelumnya sempat menekan harga Brent dan WTI hingga posisi terendah satu bulan.

“Intinya, belum ada kesepakatan damai dan akan sulit memuaskan semua pihak untuk duduk bersama dan menandatanganinya,” ujar Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah menginstruksikan perwakilannya untuk bertemu secara terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina. Seorang pejabat Ukraina menyebut Zelenskiy dapat mengunjungi AS dalam beberapa hari ke depan untuk memfinalisasi kesepakatan.

“Jika tercapai, kesepakatan tersebut berpotensi mempercepat pencabutan sanksi Barat atas ekspor energi Rusia,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam catatan kliennya.

Dia menambahkan, untuk saat ini pasar menunggu kejelasan, tetapi risikonya masih mengarah pada tekanan harga, kecuali pembicaraan menemui kegagalan.

Inggris, Eropa, dan AS baru-baru ini memperketat sanksi terhadap Rusia. Sementara itu, pembelian minyak Rusia oleh India diperkirakan turun ke level terendah dalam tiga tahun pada Desember 2025.

Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), yang mengelola sekitar 1,5% pasokan minyak global, menyatakan telah kembali memuat minyak semalam setelah sebelumnya menghentikan pengapalan akibat serangan drone Ukraina pada awal pekan.

#harga-minyak #minyak-dunia #harga-minyak-dunia #harga-minyak-hari-ini #harga-minyak-dunia-hari-ini #harga-minyak-mentah-hari-ini #minyak-brent #minyak-wti #pasokan-minyak #surplus-pasokan #stok-minyak

https://market.bisnis.com/read/20251127/94/1932036/harga-minyak-global-memanas-pasar-cermati-risiko-kelebihan-pasokan