Catat, 6 Penyebab Fresh Graduate Gagal dalam Interview Kerja
Berikut beberapa kesalahan yang dapat dihindari fresh graduate saat interview kerja, yang jika dilakukan, dapat mengakibatkan orang lain direkrut.
(Kompas.com) 28/11/25 11:24 53587
JAKARTA, KOMPAS.com - Baik Anda lulusan baru alias fresh graduate program sarjana maupun magister, Anda menghadapi pasar kerja yang menantang.
Konselor karier Robin Ryan menjelaskan, dirinya melihat ada beberapa penyebab fresh graduate gagal dalam interview kerja atau wawancara kerja.
Dikutip dari Forbes, Jumat (28/11/2025), berikut beberapa kesalahan yang dapat dihindari fresh graduate saat interview kerja, yang jika dilakukan, dapat mengakibatkan orang lain direkrut.
FREEPIK/ALEXANDARLITTLEWOLF Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.
1. Tersandung dalam menjawab pertanyaan wawancara situasional
Ryan mengungkapkan, sejauh ini, pertanyaan wawancara situasional adalah yang paling sulit bagi semua orang. Pertanyaan ini membutuhkan cerita spesifik tentang pekerjaan atau situasi akademis.
"Kesalahan fatalnya adalah Anda kehilangan pewawancara di awal karena Anda tidak memberikan gambaran yang jelas saat mulai menjawab, yang diperlukan untuk membangun cerita," ujar dia.
Detail sangat penting. Di mana ini terjadi? Siapa yang terlibat?
"Gunakan nama depan agar lebih mudah mengikuti cerita. Sertakan detail spesifik saat Anda menjelaskan situasi di mana pertanyaan tersebut terjadi," saran dia.
Selain itu, imbuhnya, pastikan untuk menyatakan hasilnya dan pastikan cerita tersebut menggambarkan Anda sebaik mungkin.
Misalnya, Anda diminta untuk menggambarkan situasi tentang menghadapi orang yang sulit di tempat kerja atau dalam proyek kelas.
Dalam hal ini, Anda dapat menyoroti bagaimana Anda secara efektif menyelesaikan keluhan pelanggan atau menjelaskan apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikan konflik dengan anggota kelompok.
SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.2. Tidak menunjukkan rasa percaya diri
Kandidat Gen Z paling kesulitan mempertahankan kontak mata selama wawancara, menurut survei terbaru terhadap 800 manajer perekrutan, yang dilakukan oleh kelompok riset Intelligent.
Kandidat tersebut tampaknya tidak menyadari bahwa mereka sedang melihat ke langit-langit, ke bawah, atau ke samping, ke mana pun kecuali langsung ke pewawancara.
"Di situlah Anda harus mengarahkan perhatian Anda, baik saat wawancara langsung maupun daring. Jika tidak, Anda akan terlihat tidak aman dan tidak berpengalaman, membuat respons Anda tampak dipertanyakan," ujar Ryan.
Hal itu menjadi perhatian utama bagi pemberi kerja karena menunjukkan bagaimana Anda akan tampil dan berinteraksi dalam kelompok atau dengan klien.
Solusinya? Berlatihlah dan berlatihlah lebih banyak lagi.
"Berinteraksilah dengan semua orang yang Anda temui, dan selalu jaga kontak mata, yang akan menjadi respons alami," saran Ryan.
3. Memberikan jawaban yang lemah atau generik
Perusahaan sering mengeluh bahwa fresh graduate seringkali tidak siap untuk wawancara kerja.
"HRD menyatakan bahwa kandidat kurang mempertimbangkan cara mereka menjawab dan tampak asal-asalan. Karena tidak terkesan, mereka akan beralih ke kandidat berikutnya," terang Ryan.
PEXELS/THIRDMAN Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.Gunakan Google untuk menemukan daftar pertanyaan wawancara kerja yang umum diajukan. Analisis kredensial, prestasi akademis, magang, aktivitas, dan peran kepemimpinan Anda untuk menyusun respons yang baik.
Tuliskan jawaban Anda untuk pertanyaan-pertanyaan sulit, seperti misalnya, apa kelemahan terbesar Anda? Ceritakan tentang diri Anda. Apa pencapaian terbesar Anda? Mengapa kami harus merekrut Anda?
Batasi jawaban Anda tidak lebih dari 60 detik.
4. Persiapan yang tidak memadai
Lakukan riset mendalam untuk mempelajari sebanyak mungkin tentang perusahaan dan tugas-tugas pekerjaan yang Anda lamar.
Cari koneksi untuk mendapatkan informasi orang dalam. Jika memungkinkan, cari tahu tentang HRD, manajer perekrutan, dan siapa pun yang akan mewawancarai Anda.
Tinjau profil LinkedIn mereka agar Anda memahami latar belakang mereka. Catat kesamaan apa pun, seperti misal kuliah di universitas yang sama.
Kirim permintaan koneksi LinkedIn, termasuk pesan pribadi yang menyatakan bahwa Anda akan diwawancarai oleh mereka.
5. Tidak mengajukan pertanyaan yang baik
Wawancara kerja bukanlah waktu yang tepat untuk menanyakan tentang tunjangan pekerjaan atau cuti tanpa batas.
Semua pertanyaan harus terkait dengan tugas pekerjaan yang akan Anda lakukan. Jika tidak, Anda akan terlihat tidak tertarik atau hanya peduli dengan gaji dan tunjangan.
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi wawancara kerja.Hal ini akan memberikan kesan tentang bagaimana Anda berperilaku di tempat kerja, dalam rapat, atau sebagai bagian dari tim yang kolaboratif.
Saatnya untuk mengesankan perusahaan dengan mengajukan pertanyaan wawancara kerjayang tepat dan mempelajari lebih lanjut tentang apakah Anda ingin bekerja untuk atasan dan perusahaan tersebut.
6. Mengabaikan penampilan
Perusahaan sering mengeluh bahwa orang-orang lupa seperti apa seharusnya pakaian profesional.
Sudah seharusnya ditekankan bahwa gaya kasual bisnis tidak identik dengan mengenakan pakaian yang tidak rapi, seperti kaus, topi, atau rambut dikuncir kuda.
Namun, jangan juga berpakaian berlebihan; kebanyakan pekerjaan tidak mengharuskan Anda mengenakan jas dan dasi.
Perhatikan baik-baik penampilan Anda, terutama saat perusahaan kembali mengadakan wawancara tatap muka.
Untuk pria, pilihlah kemeja berkerah, celana panjang, dan sepatu pantofel, serta pertimbangkan untuk memotong rambut agar penampilan Anda terlihat terbaik.
Untuk wanita, kenakan busana seperti dress profesional (bukan gaun pesta atau bahan yang tembus pandang), atau celana panjang pantofel yang dipadukan dengan blus, sepatu pantofel, dan blazer yang menarik jika serasi.
Mengenai ponsel, perusahaan sering mengeluh tentang pelamar yang memeriksa ponsel mereka selama wawancara kerja. Hindari kesalahan tersebut.
Jangan mengeluarkan ponsel selama wawancara dan matikan agar tidak mengganggu Anda. Jika Anda tidak mau melakukannya, matikan dering dan atur agar tidak bergetar.
Pastikan tangan Anda bebas agar Anda dapat menjabat tangan pewawancara tanpa harus memegang ponsel.
Dengan mengatasi kesalahan yang mungkin dilakukan banyak kandidat lain, Anda mempersiapkan diri untuk sukses dan mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang#wawancara-kerja #fresh-graduate #hrd #interview-kerja #pertanyaan-wawancara