Lawan Stunting, Ribuan Posyandu Kaltim Bakal Direvitalisasi
Pemprov Kaltim akan revitalisasi 4.860 Posyandu untuk lawan stunting, fokus pada ibu hamil dan menyusui, serta deteksi dini di daerah 3T.
(Bisnis.Com) 28/11/25 18:29 54157
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan kembali fungsi 4.860 unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Reaktivasi ini menjadi bagian integral dari upaya percepatan penurunan prevalensi stunting sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di Benua Etam.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan revitalisasi Posyandu bukan sekadar menghidupkan kembali infrastruktur layanan kesehatan dasar, melainkan membangun benteng pertahanan pertama dalam mencetak generasi berkualitas.
Dalam Dialog Publika TVRI Kaltim pekan lalu di Samarinda, orang nomor dua di Kaltim itu menyatakan komitmen tegas pemerintah provinsi.
"Posyandu akan diaktifkan kembali, kurang lebih 4.860 unit di Kaltim diharapkan fungsinya betul-betul dimaksimalkan, sehingga manfaatnya besar untuk kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan menyusui," ujarnya belum lama ini.
Langkah tersebut, menurut Seno, memungkinkan deteksi dini terhadap kondisi ibu hamil dan menyusui guna memastikan kelahiran generasi sehat dan cerdas.
Lebih jauh, keberadaan Posyandu akan mempermudah pemetaan geografis kasus stunting, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara.
Selain itu, Pemprov Kaltim berencana melakukan intervensi khusus terhadap wilayah dengan prevalensi stunting tinggi berdasarkan standar World Health Organization (WHO).
"Kita akan berikan bantuan khusus bagi daerah yang masih tinggi. Kita akan intervensi dan menurunkan tim, agar mengetahui apa penyebabnya," terang Seno.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, mengungkapkan data mengkhawatirkan terkait kondisi Posyandu saat ini. Dari total 4.860 unit yang tercatat, hanya 2.868 unit yang masih aktif beroperasi, sementara 1.922 unit lainnya terbengkalai dan tidak berfungsi optimal.
"Kita siap mengaktifkan kembali fungsi 4.860 Posyandu guna mendukung pencegahan stunting," katanya.
Kendati demikian, tantangan besar menanti di depan mata. Mengaktifkan kembali hampir 2.000 unit Posyandu yang telah lama vakum memerlukan tidak hanya komitmen administratif, tetapi juga penyediaan tenaga kesehatan terlatih, logistik memadai, serta partisipasi aktif masyarakat.
Adapun, dia berharap optimalisasi Posyandu bisa menjadi katalis bagi transformasi kesehatan masyarakat Kaltim.
#stunting-kaltim #revitalisasi-posyandu #posyandu-kaltim #kesehatan-masyarakat-kaltim #deteksi-dini-stunting #intervensi-stunting-kaltim #prevalensi-stunting-kaltim #posyandu-mahakam-ulu #posyandu-pena