Pembiayaan Berkelanjutan Danamon Sentuh Rp34,5 Triliun, setara 20% Portofolio Kredit
Pembiayaan berkelanjutan Bank Danamon (BDMN) mencapai Rp34,5 triliun atau 20% dari portofolio kredit.
(Bisnis.Com) 16/10/25 14:04 5564
Bisnis.com, JAKARTA - Pembiayaan berkelanjutan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) saat ini mencapai level 20% dari portofolio secara bank only. Perseroan berupaya untuk terus meningkatkan dan membidik hingga 30% dalam 3 hingga 5 tahun mendatang.
Syariah & Sustainability Finance Director Bank Danamon Herry Hykmanto mengatakan pembiayaan berkelanjutan perseroan tidak hanya di aspek E, atau merujuk Environmental pada ESG, tetapi juga dari S atau aspek Social. Pada Juni 2025, pembiayaan berkelanjutan BDMN disebutkan mencapai Rp34,5 triliun.
"Tidak hanya E tapi juga dari S, karena di Indonesia kalau yang E itu banyak dari korporasi besar [renewable], tapi S juga kita perhatikan karena ini salah satu strengths-nya Danamon dalam mendukung pertumbuhan sosial," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Sepanjang semester I/2025, Bank Danamon telah menyalurkan kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp195,7 triliun, tumbuh 6% secara tahunan. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan dua digit pada lini bisnis enterprise banking & financial institution, serta bisnis UKM dan konsumer.
Herry menambahkan dalam pembiayaan berkelanjutan ke aspek S, Danamon masuk melalui segmen small medium enterprise (SME). Tak hanya itu, perseroan juga memiliki group lending untuk segmen mikro yang diracik bersama induk perusahaan, MUFG.
Ke depan, perseroan membidik porsi pembiayaan berkelanjutan bisa naik menjadi 30% dibandingkan dengan total kredit. Untuk mencapai target tersebut, Herry mengatakan perseroan akan memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan.
Meskipun, perseroan menyadari untuk mencapai kenaikan porsi pembiayaan berkelanjutan tersebut membutuhkan waktu. Herry memperkirakan target tersebut baru bisa tercapai dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.
"Mengenai policy Danamon, salah satu segmen yang memang diprioritaskan adalah SME, karena segmen ini bisa memberikan lebih banyak manfaat untuk nasabah dan jumlahnya bisa lebih besar dan lebih luas, jadi dia masuk ke segmen S. Begitu juga sektor yang baru masuk taksonomi hijau juga kita fokus. Jadi, kita ingin menumbuhkan hal tersebut," jelas Herry.
Terkait dengan arah perbankan Tanah Air yang juga mendorong penguatan ESG, Herry menyebutkan Danamon merupakan grup keuangan, tidak hanya sebuah bank, sehingga dapat memberikan solusi berkelanjutan yang menyentuh seluruh segmen.
Sebagai informasi, Danamon merupakan bagian dari grup konglomerasi MUFG, yang juga terdapat PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) dan PT Home Credit Indonesia.
"Contohnya di bank itu untuk korporasi jelas semua kasih solusi E. Tapi kalau masuk ke SME, tidak semuanya punya risk appetite ke SME atau masuk ke Consumer khususnya pembiayaan kendaraan bermotor, di situ ada aspek S-nya. Jadi, kita punya keunikan as a financial group," tutup Herry.
#pembiayaan-berkelanjutan #danamon #portofolio-kredit #esg-danamon #pembiayaan-syariah #sustainability-finance #sme-danamon #group-lending #mufg #taksonomi-hijau #kredit-berkelanjutan #sektor-berkelanj