Prabowo Pamer CEPA jadi Prestasi Pemerintah di Bidang Ekonomi
Prabowo Subianto menyoroti CEPA Indonesia-Uni Eropa sebagai prestasi ekonomi penting, menegaskan pentingnya diversifikasi pasar global dan penguatan pasar domestik.
(Bisnis.Com) 16/10/25 14:30 5570
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya langkah Indonesia memperluas kerja sama perdagangan internasional di tengah dinamika ekonomi global.
Prabowo menyebut penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (CEPA) sebagai salah satu pencapaian besar pemerintah di bidang ekonomi.
Dia memberi apresiasi khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan timnya yang dinilai bekerja keras hingga kesepakatan itu berhasil diraih.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan Ketua dan Pemimpin Redaksi Forbes Media, Steve Forbes, dalam forum “Pertemuan Pikiran” yang menjadi bagian dari Forbes Global CEO Conference 2025 bertajuk “The World Pivot” di St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025).
“Saya kira ini adalah salah satu capaian tim ekonomi saya yang dipimpin oleh Pak Airlangga Hartarto. Beliau bekerja sangat keras bersama timnya, dan ya, kami berhasil mendapatkan kesepakatan melalui CEPA,” ujar Prabowo.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi terobosan penting di tengah meningkatnya kebijakan tarif global, terutama sejak Amerika Serikat memulai kebijakan perang dagang terhadap sejumlah negara.
“Saya pikir ini sebuah terobosan karena terjadi saat pemerintah Amerika mulai kampanye tarifnya. Ini menjadi semacam wake-up call bagi kita,” katanya.
Dia menilai, dalam konteks geopolitik ekonomi, kebijakan proteksi dari negara besar seperti Amerika dapat dimengerti karena setiap pemimpin tentu ingin melindungi kepentingan rakyatnya.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada pasar tradisional, melainkan harus lebih berani dan efisien menembus berbagai pasar dunia.
“Saya katakan kepada tim dan para pelaku usaha, kita harus lebih efisien, lebih berani, dan tidak selalu bergantung pada pasar yang mudah. Ini saatnya membuka diri lebih luas,” tegasnya.
Selain CEPA dengan Uni Eropa, Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menandatangani kesepakatan serupa dengan Kanada dan tengah menjajaki kerja sama perdagangan bebas dengan sejumlah kawasan lain, termasuk Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP.
Indonesia juga tengah memperluas partisipasi dalam organisasi ekonomi dunia, antara lain dengan bergabung ke BRICS serta mengajukan permohonan menjadi anggota OECD.
“Kami percaya bahwa Indonesia harus berada di semua pasar yang bisa dijangkau,” tuturnya
Namun di tengah upaya membuka pasar global, Prabowo menegaskan bahwa pasar domestik Indonesia tetap menjadi yang paling penting. Dengan populasi mendekati 300 juta jiwa, ia menilai penguatan daya beli rakyat akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang paling kokoh.
“Lebih penting lagi sebenarnya pasar Indonesia sendiri. Kita hampir 300 juta orang, jadi kita harus meningkatkan kapasitas dan daya beli kita. Karena itu, saya ingin benar-benar memberdayakan rakyat kecil. Itu akan menciptakan konsumsi domestik,” tandas Prabowo.
#prabowo #indonesia-uni-eropa-cepa #kerja-sama-perdagangan #ekonomi-global #perjanjian-kemitraan-ekonomi #indonesia-uni-eropa #capaian-pemerintah #airlangga-hartarto #kesepakatan-perdagangan #tarif-glo