Rupiah Dibuka Bertenaga ke Level Rp16.658 per Dolar AS Awal Pekan
Rupiah menguat 0,10% ke Rp16.658 per dolar AS pada awal pekan, Senin (1/12/2025), didorong sentimen ekonomi global dan kebijakan domestik.
(Bisnis.Com) 01/12/25 09:19 56096
Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.658 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (1/12/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan menguat 0,10% ke level Rp16.658 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau naik 0,06% ke posisi 99,39.
Sama seperti rupiah, sejumlah mata uang di Asia lainnya mengalami penguatan. Yen Jepang misalnya menguat 0,40%, dolar Singapura menguat 0,10%, won Korea Selatan menguat 0,01%, dan peso Filipina menguat 0,03%.
Sementara, sejumlah mata uang di Asia lainnya melemah. Dolar Hong Kong melemah 0,03%, dolar Taiwan melemah 0,09%, dan rupee India melemah 0,10%.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (28/11/2025) ditutup melemah 0,23% atau 39 poin ke level Rp16.675 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pada perdagangan awal pekan ini, mata uang rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.670- Rp16.710 per dolar AS.
Telah terdapat sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, beberapa data ekonomi AS yang tertunda yang dirilis sejauh ini menunjukkan gambaran yang beragam.
Meski begitu, para pedagang tetap yakin The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam pertemuannya di Desember 2025. Mengacu CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan probabilitas sekitar 85% untuk pengurangan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kebijakan pemindahan dana pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2% pada kuartal IV/2025.
Dengan begitu, optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang Oktober, November, dan Desember tahun ini akan mampu mencapai dikisaran 5,6% — 5,7%, yang juga akan didorong paket stimulus pemerintah.
#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #kurs-rupiah-hari-ini #mata-uang-asia #rupiah-terhadap-dolar #penguatan-rupiah #perdagangan-rupiah #sentimen-rupiah #kebijakan-moneter-the-fed #ekonomi-ind