Peta Dagang RI Oktober 2025: AS Sumbang Surplus Terbesar, Defisit China Terdalam

Peta Dagang RI Oktober 2025: AS Sumbang Surplus Terbesar, Defisit China Terdalam

Neraca perdagangan RI Januari-Oktober 2025 surplus US$35,88 miliar, didominasi nonmigas. AS penyumbang surplus terbesar, China penyumbang defisit terdalam.

(Bisnis.Com) 01/12/25 12:17 56331

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia secara kumulatif atau Januari—Oktober 2025 membukukan surplus sebesar US$35,88 miliar.

Amerika Serikat (AS) masih mengukuhkan posisinya sebagai negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia. Sebaliknya, China tetap menjadi penyumbang defisit terdalam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa surplus neraca perdagangan secara kumulatif tersebut ditopang oleh kinerja komoditas nonmigas.

"Hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$35,88 miliar dan surplus sepanjang Januari—Oktober 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yang sebesar US$51,51 miliar," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).

Di sisi lain, Pudji menyoroti bahwa sektor minyak dan gas (migas) masih menjadi pemberat neraca perdagangan nasional dengan defisit mencapai US$15,63 miliar pada periode yang sama.

Berdasarkan negara mitra dagang, neraca perdagangan total (migas dan nonmigas) mencatatkan surplus terbesar dari perdagangan dengan AS yaitu mencapai US$14,93 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh India dengan surplus US$11,29 miliar, diikuti oleh Filipina di posisi ketiga dengan surplus sebesar US$7,18 miliar.

Sebaliknya, China masih menjadi negara mitra dagang yang memberikan defisit paling dalam bagi Indonesia.

"Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar minus US$16,32 miliar, kemudian Australia sebesar minus US$4,58 miliar, dan Singapura sebesar minus US$4,17 miliar," papar Pudji.

Lebih lanjut, jika dilihat khusus pada neraca perdagangan nonmigas maka dominasi AS sebagai pasar ekspor unggulan semakin terlihat. Negeri Paman Sam menyumbang surplus nonmigas sebesar US$17,40 miliar, disusul India sebesar US$11,37 miliar, dan Filipina sebesar US$7,09 miliar.

Sementara untuk kelompok nonmigas, China kembali tercatat sebagai penyumbang defisit terbesar dengan nilai minus US$17,74 miliar. Posisi defisit nonmigas berikutnya ditempati oleh Australia sebesar minus US$3,91 miliar, dan Brasil sebesar minus US$1,48 miliar.

#surplus-perdagangan-indonesia #defisit-perdagangan-china #neraca-perdagangan-indonesia #surplus-perdagangan-as #defisit-perdagangan-migas #komoditas-nonmigas-indonesia #perdagangan-indonesia-oktober-2

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251201/9/1933119/peta-dagang-ri-oktober-2025-as-sumbang-surplus-terbesar-defisit-china-terdalam