Nilai Tukar Petani Turun Lagi ke 124,05 November 2025, Ini Biang Keroknya

Nilai Tukar Petani Turun Lagi ke 124,05 November 2025, Ini Biang Keroknya

Nilai Tukar Petani (NTP) turun 0,23% ke 124,05 pada November 2025 akibat penurunan harga gabah, kelapa sawit, kakao, dan tembakau, menurut BPS.

(Bisnis.Com) 01/12/25 12:44 56382

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada November 2025 berada di level 124,05 atau turun 0,23% dibandingkan dengan Oktober 2025. Pada bulan sebelumnya, NTP berada di level 124,33.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan penurunan NTP terjadi imbas indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,26%. Angkanya lebih dalam dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib), yaitu sebesar 0,03%.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, kakao atau cokelat biji, dan juga tembakau,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (1/12/2025).

Adapun, BPS mencatat subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam terjadi pada tanaman perkebunan rakyat (NTPR), yakni menjadi 159,10 pada November 2025 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 160,16.

“Subsektor tanaman perkebunan rakyat ini mengalami penurunan NTP sebesar 0,66% dan hal ini disebabkan karena It turun sebesar 0,85% dan lebih dalam dari penurunan Ib yang sebesar 0,19%,” ujarnya.

Pudji menuturkan, komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan It pada subsektor NTPR adalah kelapa sawit, kakao atau cokelat biji, tembakau, dan kelapa.

Untuk diketahui, jika NTP naik, maka harga hasil panen petani naik lebih cepat daripada harga barang-barang yang mereka beli.

NTP sendiri merupakan indikator yang mengukur kemampuan daya beli petani di pedesaan, menunjukkan seberapa baik mereka bisa bertukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Adapun, NTP dihitung dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Berbeda dengan NTP, BPS mencatat nilai tukar nelayan (NTN) justru mengalami kenaikan sebesar 0,70% yang disebabkan It mengalami peningkatan sebesar 0,66% sedangkan Ib turun sebesar 0,04%.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan IT pada nilai tukar nelayan ini adalah tongkol, kembung atau kobang atau sumbo, kemudian cumi-cumi dan kakap,” tandasnya.

#nilai-tukar-petani #ntp-november-2025 #penurunan-ntp #indeks-harga-petani #komoditas-mempengaruhi-ntp #subsektor-perkebunan-rakyat #ntpr-turun #kelapa-sawit-ntp #kakao-biji-ntp #tembakau-ntp #kelapa-n

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251201/12/1933127/nilai-tukar-petani-turun-lagi-ke-12405-november-2025-ini-biang-keroknya