Setelah Rights Issue, INET Bakal Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun
Sinergi Inti Andalan Prima (INET) berencana menerbitkan obligasi Rp1 triliun pada awal 2026 untuk ekspansi jaringan di Kalimantan Barat setelah rights issue.
(Bisnis.Com) 01/12/25 17:12 56861
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun usai melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif menjelaskan usai aksi korporasi rights issue, INET memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi dengan target raihan dana Rp1 triliun pada awal tahun 2026.
“Obligasi Rp1 triliun sudah proses juga di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sudah kami masukkan juga,” ucap Arif, usai public expose INET di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Arif menuturkan penerbitan obligasi ini rencananya untuk mengembangkan diversifikasi jaringan perseroan di Kalimantan Barat.
Sebagaimana diketahui, INET sebelumnya tengah melakukan due diligence untuk mencaplok 60% saham Trans Hybrid Communication (THC). THC merupakan perusahaan dengan aset berupa backbone fiber optik, dengan lokasi jaringan yang tersebar pada lokasi-lokasi strategis yang berada di Kalimantan Barat.
Ketika akuisisi ini berjalan mulus, maka INET akan menggelar layanan fiber to the home (FTTH) pada lokasi-lokasi yang dilalui jaringan backbone milik THC.
Dia melanjutkan dengan rights issue senilai Rp3,2 triliun dan rencana penerbitan obligasi tersebut, maka anggaran belanja modal INET tahun 2026 akan berjumlah sekitar Rp4,2 triliun.
Sebagai informasi, INET berencana melakukan rights issue jumbo senilai maksimal Rp3,2 triliun. Dalam aksi rights issue tersebut, INET menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Dana segar hasil rights issue ini akan digunakan INET untuk mempercepat ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH) berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. Sebanyak Rp2,8 triliun akan dikucurkan ke anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo (GPI), untuk menggaet dua juta pelanggan baru di Bali dan Lombok.
Dana rights issue juga akan dialokasikan untuk anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) sebesar Rp213,44 miliar untuk melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut (IRU) ke PT Jejaring Mitra Persada (JMP).
Kemudian, sebesar Rp135 miliar akan dialokasikan ke PT Internet Anak Bangsa (IAB) untuk modal kerja pembangunan FTTH di Pulau Jawa.
Lalu, sisa dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan layanan, pembelian perangkat, pemasaran, pelatihan, dan biaya overhead lainnya.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#inet #rights-issue #obligasi-rp1-triliun #sinergi-inti-andalan-prima #emiten-telekomunikasi #otoritas-jasa-keuangan #diversifikasi-jaringan #kalimantan-barat #trans-hybrid-communication #fiber-to-the