Danantara Suntik Rp23,7 Triliun, Masih Ada 39 Pesawat Garuda-Citilink Belum Terbang

Danantara Suntik Rp23,7 Triliun, Masih Ada 39 Pesawat Garuda-Citilink Belum Terbang

Danantara suntik Rp23,7 triliun ke Garuda, 39 pesawat masih grounded. Fokus pemeliharaan, target semua pesawat terbang 2026. Prioritas return to service.

(Bisnis.Com) 02/12/25 09:52 57577

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara telah menyuntikkan dana senilai Rp23,7 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), yang sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan pesawat. Saat ini tercatat masih ada 39 pesawat yang grounded atau belum dapat mengudara.

Direktur Teknik Garuda Indonesia Mukhtaris menyampaikan, saat ini Garuda Indonesia memiliki total 72 pesawat. Per November 2025, tercatat sebanyak 58 pesawat yang dapat melayani penumpang. Artinya, masih ada 14 pesawat Garuda yang tak beroperasi dan terparkir di hanggar.

Sementara Citilink justru memiliki pesawat grounded yang lebih banyak, bahkan mencapai 25 unit.

“Jadi dari Citilink punya 56 pesawat, per November sudah terbang 31. Jadi memang masih ada 25 pesawat yang dari Citilink [belum dapat terbang],” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR, Senin (1/12/2025).

Dengan demikian, Garuda Indonesia memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menghidupkan total 39 unit pesawat yang saat ini masih grounded di hanggar.

Melihat peruntukkan suntikan pundi-pundi uang dari Danantara, sebesar 47% atau sekitar Rp11,2 triliun bakal digunakan untuk penyehatan dan pemeliharaan armada PT Citilink Indonesia.

Kemudian sekitar 37% atau Rp8,7 triliun dialokasikan untuk pemeliharaan pesawat Garuda Indonesia. Sebagian injeksi modal digunakan untuk memenuhi kewajiban utang Citilink kepada Pertamina dengan nilai US$225 juta.

Usai mendapatkan persetujuan suntikan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025 lalu, jumlah pesawat yang Citilink operasikan telah meningkat dari 21 unit pada Juli 2025.

Mukhtaris menyampaikan bahwa fokus operasional utama emiten maskapai pelat merah ini adalah menyelesaikan perawatan armada yang dimiliki.

“Fokus operasional kami diarahkan untuk menyelesaikan perawatan pesawat, karena pesawat-pesawat ini harus segera kami kembalikan ke status serviceable dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Terpisah, PT Danantara Asset Management (Persero) menargetkan seluruh pesawat milik Garuda Indonesia dapat mengudara pada 2026.

Managing Director Danantara Asset Management Febriany Eddy menyatakan bahwa pesawat yang berhenti beroperasi atau grounded memberikan pukulan ganda bagi maskapai lantaran pendapatan bakal menurun, sementara biaya sewa, leasing, serta operasional tetap berjalan.

Jika kondisi berlarut, kerugian yang dialami maskapai diperkirakan semakin dalam. Oleh karena itu, Danantara mendorong Garuda untuk mengoperasikan seluruh armada pesawatnya secara bertahap mulai tahun depan.

“Prioritas pertama itu return to service [RTS]. Target kami adalah tahun depan semua yang hari ini grounded aircraft itu semua bisa terbang. Tentunya secara gradual,” ujarnya di Wisma Danantara, beberapa waktu lalu.

#garuda-indonesia #citilink-grounded #pesawat-garuda #pesawat-citilink #danantara-suntikan-dana #pemeliharaan-pesawat #pesawat-grounded #garuda-citilink #pesawat-belum-terbang #pemeliharaan-armada #pes

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251202/98/1933439/danantara-suntik-rp237-triliun-masih-ada-39-pesawat-garuda-citilink-belum-terbang