Anak Buah Purbaya Optimistis Ekonomi RI Akhir Tahun Solid, Ini Alasannya

Anak Buah Purbaya Optimistis Ekonomi RI Akhir Tahun Solid, Ini Alasannya

Kemenkeu optimistis ekonomi 2025 solid berkat ekspansi manufaktur, surplus perdagangan, dan inflasi melandai.

(Bisnis.Com) 02/12/25 13:01 57883

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan alias Kemenkeu meyakini momentum pertumbuhan ekonomi nasional terus terjaga menjelang tutup tahun 2025. Optimisme ini didukung oleh indikator manufaktur yang kian ekspansif, surplus neraca perdagangan yang solid, serta laju inflasi yang bergerak melandai.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan bahwa bauran kebijakan fiskal yang terarah, termasuk stimulus pada kuartal IV/2025, menjadi kunci dalam menjaga daya beli dan produktivitas.

“Kita terus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang terarah, termasuk stimulus kuartal IV/2025, sekaligus mendorong ekspor yang bernilai tambah dan menjaga ketahanan sektor padat karya untuk mengoptimalkan kontribusi pada ekonomi nasional,” ujar Febrio melalui keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Kemenkeu mencatat aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan tren penguatan selama empat bulan berturut-turut. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2025 bertengger di level ekspansif 53,3.

Angka ini mencerminkan kuatnya permintaan domestik yang mendorong peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Posisi Indonesia ini sejalan dengan tren ekspansi di negara mitra dagang utama seperti India (57,4) dan Amerika Serikat (51,9), serta negara tetangga Thailand (56,8) dan Vietnam (53,8).

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak kinerja impresif. Sepanjang Januari–Oktober 2025, surplus neraca perdagangan menembus angka US$35,9 miliar. Capaian ini tumbuh signifikan sebesar 44,1% secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc) apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Febrio menjelaskan surplus tersebut utamanya ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar US$51,5 miliar. Secara kumulatif Januari—Oktober 2025, total ekspor Indonesia mencapai US$234,0 miliar atau naik 7,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Optimisme ini diperkuat oleh pertumbuhan sektor-sektor kunci, di mana ekspor nonmigas hasil industri pengolahan naik 15,8% dan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan melonjak 28,6%," jelasnya.

Di tengah surplus tersebut, terjadi lonjakan impor barang modal yang menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan investasi. Impor barang modal tercatat tumbuh 18,7% pada periode Januari–Oktober 2025.

Kemenkeu meyakini perkembangan tersebut mengindikasikan adanya ekspansi kapasitas produksi di sektor riil. Sementara itu, dari sisi stabilitas harga, inflasi pada November 2025 tercatat melandai ke level 2,72% secara tahunan (year on year/YoY), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,86% YoY.

Penurunan ini didorong oleh meredanya tekanan harga pangan bergejolak (volatile food) yang turun ke level 5,48% YoY. Lebih lanjut, Febrio menekankan bahwa pemerintah terus mewaspadai potensi gejolak harga pangan seiring masuknya musim hujan dan momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

"Pemerintah juga akan terus memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru, termasuk dalam penyediaan untuk mencukupi kebutuhan program prioritas Pemerintah di tengah tantangan gangguan cuaca," tutupnya.

#ekonomi-nasional #pertumbuhan-ekonomi #surplus-neraca-perdagangan #laju-inflasi #kebijakan-fiskal #stimulus-ekonomi #ekspor-nonmigas #sektor-padat-karya #aktivitas-manufaktur #purchasing-managers-inde

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251202/9/1933509/anak-buah-purbaya-optimistis-ekonomi-ri-akhir-tahun-solid-ini-alasannya