Polisi Terjunkan Anjing Pelacak Cari Korban Tertimbun Banjir Sumut

Polisi Terjunkan Anjing Pelacak Cari Korban Tertimbun Banjir Sumut

Polda Sumut kerahkan unit K9 atau anjing pelacak untuk cari korban banjir bandang di Tapanuli Tengah dan Sibolga.

(Bisnis.Com) 03/12/25 11:10 59035

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Sumatra Utara mengerahkan unit K9 untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra Utara. Adapun, anjing pelacak terlatih tersebut akan menyisir area terdampak paling parah, yakni di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, pengerahan anjing pelacak ini menjadi langkah strategis guna memperluas jangkauan pencarian, terutama di medan yang tidak dapat diakses oleh tim SAR konvensional.

Unit K9 tersebut didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri, lengkap dengan handler profesional dan peralatan pendukung.

“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujarnya dikutip Bisnis, Selasa (2/12/2025).

Dia menjelaskan anjing pelacak memiliki kemampuan deteksi tinggi untuk mengidentifikasi keberadaan manusia yang tertimbun lumpur, material reruntuhan, atau berada di area yang sulit dijangkau kendaraan maupun alat berat. Keberadaan unsur K9 diharapkan mempercepat proses evakuasi korban.

Whisnu memastikan seluruh personel handler dan anjing pelacak yang diterjunkan berada dalam kondisi prima, serta dibekali perlengkapan khusus untuk operasi di lokasi bencana.

Selain itu, Polda Sumut juga memaksimalkan dukungan logistik, komunikasi, dan koordinasi lintas instansi

“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” tegasnya.

Adapun, proses pencarian juga melibatkan Basarnas, TNI, BPBD, serta pemerintah daerah melalui penyisiran darat, pengerahan alat berat, dan pemetaan ulang titik-titik yang diduga masih terdapat korban tertimbun. Cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tambahan, namun koordinasi antarinstansi diklaim tetap solid.

Whisnu menambahkan operasi pencarian akan dilakukan tanpa henti hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi apa pun. Dengan tambahan kekuatan unit K9, Polda Sumut berharap pencarian berlangsung lebih efektif dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar anggota keluarganya.

Hingga Selasa (2/12/2025), korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra sudah mencapai 604 orang.

Secara terperinci, Sumatra Utara menjadi wilayah paling tinggi korban meninggal dunia sebanyak 283 jiwa. Diikuti Sumatra Barat 165 jiwa dan Aceh 156 jiwa korban meninggal dunia.

Sementara itu, 464 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana ini. Secara terperinci, 181 jiwa masih hilang di Aceh; Sumatra Utara 169 jiwa; dan Sumatra Barat 114 jiwa.

#anjing-pelacak #banjir-sumatra-utara #korban-banjir-bandang #pencarian-korban-banjir #unit-k9 #longsor-sumatra-utara #evakuasi-korban-banjir #polda-sumut #pencarian-korban-hilang #bantuan-anjing-pelac

https://kabar24.bisnis.com/read/20251203/15/1933765/polisi-terjunkan-anjing-pelacak-cari-korban-tertimbun-banjir-sumut