R-APBD Surabaya 2026 Resmi Rp12,62 Triliun usai TKD Dipangkas Rp730 Miliar, Ini Rinciannya
Pemkot Surabaya dan DPRD sepakat R-APBD 2026 Rp12,62 triliun meski TKD dipangkas Rp730 miliar, fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 16/10/25 17:54 5921
Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD telah menyepakati Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) sebesar Rp12,62 triliun pada tahun anggaran (TA) 2026 mendatang.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa meskipun wilayahnya terkena pemangkasan transfer dari pemerintah pusat ke daerah (TKD) senilai Rp730 miliar, seluruh fraksi DPRD sepakat untuk tidak mengurangi program pelayanan publik yang selama ini sudah berjalan.
Dalam R-APBD 2026, Eri menyampaikan, pihaknya dan DPRD Surabaya juga harus menentukan skala prioritas yang disepakati bersama dan wajib terdapat program-program yang berimplikasi terhadap unsur kerakyatan.
“InsyaAllah, setelah ini akan ada pembahasan untuk terkait anggaran-anggarannya, di situ akan kita samakan lagi, apa yang menjadi skala prioritas kita karena skala prioritas ini ditentukan bersama antara Pemkot dan DPRD Kota Surabaya,” ucap Eri, dikutip pada Kamis (16/10/2025).
Eri menjelaskan, total kekuatan R-APBD Surabaya 2026 mencapai Rp12,62 triliun, dengan target keseluruhan pendapatan daerah sebesar Rp10,77 triliun. Nominal tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp8,15 triliun dan pendapatan transfer Rp2,61 triliun.
Sementara itu, belanja daerah ditargetkan mencapai Rp12,60 triliun, yang terdiri atas atas belanja operasi senilai Rp9,79 triliun, belanja modal Rp2,77 triliun, dan belanja tidak terduga sebesar Rp37,5 miliar.
Selanjutnya, penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan mencapai Rp1,85 triliun, yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA) dan pinjaman daerah, dengan pengeluaran pembiayaan senilai Rp24 miliar.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan alokasi APBD 2026 pada anggaran pendidikan sebesar Rp2,83 triliun (22,49%) dan anggaran kesehatan Rp2,46 triliun (19,54%). Sedangkan belanja infrastruktur dialokasikan sebesar Rp6 triliun atau 48,72% dari total keseluruhan APBD 2026.
Eri menegaskan, belanja infrastruktur pada 2026 diarahkan untuk pencegahan banjir, peningkatan konektivitas kota, pembangunan rumah tidak layak huni, pengelolaan sampah, serta penyediaan transportasi publik.
"Berbagai program pembangunan ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,4%, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 85,7%, dan menekan rasio kesenjangan atau Gini Ratio ke angka 0,37," ungkapnya.
Dalam usaha untuk meningkatkan PAD, Eri menegaskan, pihaknya akan menelurkan sejumlah inovasi, seperti penyewaan aset, percepatan pembangunan infrastruktur, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, hingga menggelar diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan pada akhir tahun mendatang.
“Jadi nanti diskonnya tidak hanya pakaian, tapi juga hotel dan semuanya. Dan wisata yang masuk ke dalam KEN [Kalender Event Nasional] kita juga mengundang masyarakat dari wilayah lain untuk datang ke Surabaya,” pungkasnya. (245)
#surabaya-apbd-2026 #pemkot-surabaya #dprd-surabaya #anggaran-surabaya #r-apbd-surabaya #pendapatan-daerah-surabaya #belanja-daerah-surabaya #pendidikan-surabaya #kesehatan-surabaya #infrastruktur-sura