Intip Prospek Tebaran Dividen ESSA saat Laba Lesu

Intip Prospek Tebaran Dividen ESSA saat Laba Lesu

ESSA alami penurunan laba 36,53% YoY di 2025, namun tetap berkomitmen membagikan dividen, meski tergantung keputusan RUPS dan hasil laba.

(Bisnis.Com) 03/12/25 18:25 59743

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kongsi Boy Thohir dan TP Rachmat, PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) mencatatkan kinerja laba yang lesu pada tahun ini. Bagaimana kemudian peluang tebaran dividennya?

Berdasarkan laporan keuangannya, ESSA telah membukukan kinerja keuangan lesu sepanjang kuartal III/2025. Laba bersih ESSA bahkan terkoreksi 36,53% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$21,30 juta, dari US$33,56 juta pada periode yang sama 2024.

Lesunya laba ESSA sejalan dengan pendapatan yang susut 12,93% YoY menjadi senilai US$200,35 juta pada kuartal III/2025. Adapun, lemahnya kinerja top line ESSA didorong dengan melemahnya kinerja sejumlah segmen bisnis perseroan.

Pada segmen elpiji dan jasa pengolahan, misalnya, ESSA membukukan pendapatan segmen senilai US$30,39 juta pada periode yang berakhir September 2025. Dibandingkan kinerja segmen yang sama pada akhir 2024 sebesar US$45,08 juta, pendapatan ESSA di segmen ini susut 32,58% sepanjang tahun berjalan 2025 (year-to-date/YtD).

Begitu juga pada segmen amonia yang hanya mampu mencatatkan pendapatan senilai US$169,96 juta, turun dari US$256,31 juta YtD.

Meski begitu, ESSA berkomitmen tetap membagikan imbal hasil yang positif bagi pemegang sahamnya melalui tebaran dividen. Direktur dan Chief Financial Officer ESSA Industries Indonesia Prakash Chand Bumb mengatakan tebaran dividen untuk tahun buku 2025 memang akan tergantung hasil laba emiten juga mengacu keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Namun, kami berharap bahwa dividen akan terus dibayar. ESSA telah menjaga tradisi membayar dividen," kata Prakash dalam public expose pada Rabu (3/12/2025).

Pada tahun lalu, ESSA sendiri telah menebar dividen tunai sebesar US$10,3 juta atau Rp10 per saham. Dividend Payout Ratio ESSA itu naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun buku 2023 didorong deleveraging signifikan dan margin yang lebih baik pada 2024.

ESSA mencatatkan laba bersih sebesar US$45,18 juta sepanjang 2024. Torehan laba bersih itu naik 30,52% YoY dibandingkan dengan catatan laba bersih periode yang sama 2023 di angka US$34,61 juta.

Sementara itu, di tengah catatan lesu laba 2025, gerak saham ESSA pun melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ESSA memang menguat 4,10% pada perdagangan hari ini, Rabu (3/12/2025) ke level Rp635 per saham.

Namun, harga saham ESSA masih terjerembab di zona merah, melemah 21,60% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sejak perdagangan perdana 2025.

#essa-industries #laba-lesu #tebaran-dividen #boy-thohir #tp-rachmat #kinerja-keuangan #pendapatan-essa #segmen-elpiji #segmen-amonia #dividend-payout-ratio #saham-essa #bursa-efek-indonesia #laba-bers

https://market.bisnis.com/read/20251203/192/1933929/intip-prospek-tebaran-dividen-essa-saat-laba-lesu