Sinyal Kuat Santa Claus Rally, IHSG Diramal Moncer Jelang Akhir Tahun
IHSG diprediksi menguat akhir tahun 2025 karena fenomena Santa Claus Rally, didukung faktor window dressing, rebalancing, dan stimulus ekonomi. Namun, investor harus tetap waspada.
(Bisnis.Com) 03/12/25 18:35 59796
Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada Desember 2025 hingga Januari 2026 seiring fenomena santa claus rally yang secara historis menjadi katalis.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan santa claus rally mengacu pada kecenderungan pasar yang naik selama 5 hari terakhir Desember dan 2 hari pertama Januari.
Data historis pasar AS (S&P 500) menunjukkan kenaikan rata-rata 1,3% dalam periode 7 hari tersebut dengan probabilitas peningkatan mencapai 70%-75%.
Fenomena serupa tercatat di Indonesia. Laporan Mirae Asset menunjukkan bahwa indeks komposit cenderung mengalami penguatan pada beberapa hari perdagangan terakhir Desember, meski tidak selalu konsisten tiap tahun.
Menurut Nafan, ada empat faktor yang mendorong fenomena ini, yakni window dressing dan rebalancing portofolio institusi, volume perdagangan rendah yang memudahkan harga bergerak naik, sentimen positif liburan, serta stimulus fiskal atau kebijakan yang mendorong antisipasi pertumbuhan tahun depan.
“Namun, sentimen global yang buruk atau kejutan makro domestik bisa meniadakan efek fenomena santa claus rally,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Di samping itu, dia menyebutkan bahwa pasar yang sudah memperhitungkan ekspektasi reli juga berpotensi mengurangi dampak fenomena tersebut.
Nafan menambahkan bahwa berdasarkan rata-rata 25 tahun terakhir, IHSG memang cenderung menguat pada Desember hingga Januari sehingga membuka peluang terjadinya santa claus rally maupun January effect.
Meski begitu, investor disarankan tetap berhati-hati karena fenomena ini bersifat jangka pendek, dengan potensi kenaikan terbatas, dan tidak dapat dijadikan patokan tunggal dalam pengambilan keputusan investasi.
Beberapa tips bagi investor untuk menghadapi fenomena ini, antara lain memantau likuiditas dan volume perdagangan, mengambil posisi secara moderat, serta tetap memperhatikan kondisi fundamental pasar serta ekonomi.
“Pastikan tidak masuk terlalu terlambat atau ‘naik hype’ tanpa pemahaman. Bila banyak pelaku pasar mengantisipasi santa claus rally, pasar bisa sudah memperhitungkan atau malah menjadi kontrarian,” kata Nafan.
Secara fundamental, ekonomi domestik turut mendukung potensi reli akhir tahun. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 diperkirakan mencapai 5,4%-5,6% dengan inflasi terkendali 1,5%-3,5%. Kondisi ini dinilai memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga dan mendorong likuiditas.
Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai stimulus akhir tahun, antara lain bansos senilai Rp30 triliun, program diskon sektor strategis senilai Rp30 triliun, serta kredit massal untuk 50.000 pengusaha perumahan.
Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak dalam tren naik, dengan skenario positif pada level 8.940 dan skenario negatif di 7.959 untuk 2025-2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup terkoreksi 0,06% ke level 8.611,79 pada perdagangan Rabu (3/12/2025). Sepanjang tahun berjalan 2025, IHSG menguat 21,64%.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#santa-claus-rally #ihsg-naik #akhir-tahun-ihsg #window-dressing #rebalancing-portofolio #volume-perdagangan-rendah #sentimen-positif-liburan #stimulus-fiskal #pertumbuhan-ekonomi #suku-bunga-turun #li