Bitcoin Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan, Pasar Masih Waspada
Bitcoin mencapai level tertinggi dua pekan di US$93.965, didorong sentimen positif meski pasar kripto tetap waspada setelah aksi jual besar-besaran.
(Bisnis.Com) 04/12/25 06:15 60202
Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin melanjutkan rebound terbatas dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan seiring dengan sikap pelaku pasar yang mencari sinyal bahwa pasar kripto mulai menemukan pijakan usai tekanan jual berkepanjangan.
Melansir Bloomberg pada Kamis (4/12/2025) bitcoin sempat menguat hingga 2,6% ke sekitar US$93.965, atau level intraday tertinggi sejak 17 November.
Sementara itu, ether menguat lebih tinggi, melonjak lebih dari 4%, seiring implementasi pemutakhiran jaringan Ethereum bertajuk Fusaka yang bertujuan meningkatkan kecepatan dan efisiensi blockchain.
Sentimen pasar kripto masih tergolong rapuh setelah aksi jual tajam sejak awal Oktober, hanya beberapa hari setelah bitcoin mencetak rekor di atas US$126.000. Sejak saat itu, lebih dari US$1 triliun nilai kapitalisasi pasar kripto menguap. Meski demikian, tanda-tanda optimisme mulai muncul seiring harapan pemulihan harga dapat berlanjut.
Analis IG Inggris, Chris Beauchamp, mengatakan reli terbaru perlu disikapi hati-hati mengingat pasar telah beberapa kali mencatat penguatan semu dalam beberapa bulan terakhir.
“Para investor bitcoin tentu pantas bersikap waspada setelah melihat begitu banyak sinyal palsu belakangan ini. Namun, pemulihan selera risiko di pasar saham tampaknya mulai merembes ke pasar kripto,” katanya dalam catatan riset.
Menurutnya, reli pekan lalu sempat tertahan di kisaran US$93.000, sehingga kenaikan di atas level tersebut pada perdagangan awal membuka peluang pergerakan naik yang lebih berkelanjutan.
Pergerakan pasar kripto sepanjang pekan ini sendiri tergolong fluktuatif. Harga token sempat terpuruk pada Senin setelah CEO Strategy Inc., Phong Le, menyebut perusahaan pengakumulasi bitcoin itu berpotensi menjual sebagian aset kripto untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang apabila diperlukan.
Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kemudian mengumumkan pembentukan cadangan kas senilai US$1,4 miliar guna menjaga likuiditas.
Bitcoin kembali menguat pada Selasa, didorong sentimen positif dari rencana Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) AS, Paul Atkins, untuk memaparkan kebijakan “innovation exemption” bagi perusahaan aset digital, serta keputusan Vanguard Group yang mengizinkan perdagangan exchange-traded fund (ETF) dan reksa dana yang berfokus pada kripto di platformnya.
FxPro Chief Market Analyst Alex Kuptsikevich menilai rangkaian sentimen tersebut, ditambah munculnya titik dasar harga baru pekan ini, menjadi indikasi awal terbentuknya tren penguatan.
“Perkembangan ini memberikan serangkaian sinyal penting bahwa tren naik mulai terbentuk,” ujarnya.
Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Investor yang terdampak koreksi tajam dinilai belum sepenuhnya percaya diri untuk kembali masuk pasar.
“Kami tidak melihat banyak pembeli agresif di level atas. Sentimen pasar masih rapuh," kata Sean McNulty, APAC derivatives trading lead di FalconX.
Salah satu indikator kepercayaan investor terlihat dari kinerja 12 ETF bitcoin yang tercatat di bursa AS, yang pada Selasa hanya mencatat arus masuk sekitar US$59 juta, nilai yang oleh McNulty disebut “lemah”, berdasarkan data Bloomberg.
Reli terbaru juga memicu likuidasi sekitar US$400 juta posisi bearish di seluruh token dalam 24 jam terakhir, menurut data Coinglass.
CEO QCP Group, Melvin Deng, menilai penguatan kali ini lebih mencerminkan reli pelepasan tekanan jual (relief rally). “Namun, dari sini bitcoin masih berpeluang merebut kembali momentumnya. Ini bisa menjadi titik masuk yang menarik bagi investor yang saat ini masih minim eksposur," ujarnya.
#bitcoin-tertinggi #harga-bitcoin #pasar-kripto #sinyal-pasar #ethereum-fusaka #kapitalisasi-pasar-kripto #pemulihan-harga #investor-bitcoin #selera-risiko #pergerakan-pasar-kripto #aset-kripto #innova