CEO BlackRock Ungkap Dana Sovereign Serbu Bitcoin saat Harga Turun

CEO BlackRock Ungkap Dana Sovereign Serbu Bitcoin saat Harga Turun

CEO BlackRock, Larry Fink, mengungkap bahwa sejumlah dana sovereign mulai membeli bitcoin saat harga turun

(Kompas.com) 04/12/25 22:09 61488

KOMPAS.com - Bitcoin kembali bangkit pekan ini, setelah turun ke bawah level 84.000 dollar AS, kini melonjak 10 persen menembus harga sekitar 93.000 dollar AS. Kenaikan ini membawa kapitalisasi pasar bitcoin hampir mencapai 2 triliun dollar AS, dengan pelaku pasar berharap 2026 akan menjadi tahun terobosan.

CEO BlackRock, Larry Fink, mengatakan bahwa sejumlah dana sovereign (dana kekayaan negara) sedang membeli bitcoin secara bertahap saat harga turun.

“Saya tahu mereka membeli lebih banyak di kisaran 80 ribuan. Mereka membangun posisi jangka panjang, ini bukan sekadar perdagangan, tapi investasi tujuan jangka panjang,” ujarnya, dikutip dari Forbes, Kamis (4/12/2025).

Fink menjelaskan, volatilitas harga bitcoin tinggi karena pasar sangat leverage. Dua kali guncangan harga sejak Oktober menyebabkan harga sempat turun tajam.

Dalam beberapa bulan terakhir, dana sovereign dari Abu Dhabi dan Luksemburg mengungkap telah membeli saham di dana bitcoin milik BlackRock, IBIT.

Dalam acara DealBook bersama CEO Coinbase Brian Armstrong dan jurnalis Andrew Ross Sorkin, Fink memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak terlambat mengadopsi tokenisasi dan kecerdasan buatan.

“Jika kita tidak mempercepat digitalisasi dan tokenisasi, negara lain akan mengungguli kita,” katanya.

Peringatan ini sejalan dengan komentar mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut China berupaya menjadi “ibu kota crypto” dunia.

Fink juga menolak anggapan bitcoin sebagai aset tanpa nilai fundamental seperti yang dikemukakan Warren Buffett.

Menurut Fink, bitcoin adalah “aset ketakutan” yang dibeli orang saat mereka khawatir tentang keamanan fisik dan finansial. Misalnya, ketika mereka takut nilai uang dan asetnya turun karena negara memiliki defisit besar, mereka memilih bitcoin sebagai perlindungan.

Sementara itu, Brian Armstrong mengungkap sejumlah bank besar bekerja sama dengan Coinbase dalam pengembangan stablecoin, serta layanan kustodi dan perdagangan aset kripto, meski tanpa menyebutkan nama bank tersebut.

Dalam tulisannya di The Economist, Fink menyatakan tokenisasi berpotensi tumbuh secepat internet pada masa awal.

“Tokenisasi saat ini kira-kira setara dengan internet tahun 1996—ketika Amazon baru menjual buku senilai 16 juta dollar AS dan sebagian besar raksasa teknologi saat ini belum berdiri,” tulisnya.

Tokenisasi adalah proses menciptakan versi digital berbasis kripto dari aset dunia nyata dan finansial.

Fink memprediksi ke depan orang tidak akan memisahkan portofolio saham dan obligasi dengan aset kripto, karena semua jenis aset bisa dibeli, dijual, dan disimpan dalam satu dompet digital.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#aset-kripto #harga-bitcoin #investasi-bitcoin #blackrock #sovereign-wealth-fund #pasar-kripto #larry-fink

https://money.kompas.com/read/2025/12/04/220852326/ceo-blackrock-ungkap-dana-sovereign-serbu-bitcoin-saat-harga-turun