Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat, PGEO hingga MEDC Jadi Pendorong Utama
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 550,78 pada hari ini, Jumat (5/12/2025) didorong oleh kenaikan saham PGEO, MEDC, TLKM, dan KLBF.
(Bisnis.Com) 05/12/25 16:40 62374
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup menguat di tengah koreksi tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (5/12/2025). Kenaikan ini seiring lonjakan saham PGEO, MEDC, TLKM, dan KLBF.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini menguat 0,09% ke level 550,78. Tercatat sebanyak 13 saham menguat, 12 terkoreksi, dan 2 stagnan.
Saham dengan kenaikan harga tertinggi dipimpin oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) sebesar 4,74% ke Rp1.215, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang menguat 2,72% menjadi Rp1.320 per saham.
Saham lain yang terapresiasi adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan kenaikan 1,93% ke Rp3.700 per saham, sementara PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) tumbuh 1,20% ke Rp2.520 per saham.
Adapun penurunan ditorehkan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang terkoreksi 3,16% ke Rp1.225 per saham, sementara PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) terkoreksi sebesar 2,52% menjadi Rp1.160 per saham.
Sementara itu, IHSG sendiri ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,09% atau 7,43 poin menuju level 8.632,76. Indeks komposit hari ini dibuka pada posisi 8.658,89 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di level 8.689,09.
Tercatat, sebanyak 362 saham naik, 293 saham turun, dan 146 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp15.873 triliun.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai sentimen yang mempengaruhi IHSG hari ini meliputi inflow investor asing di seluruh pasar ekuitas domestik senilai Rp1,7 triliun pada perdagangan kemarin. Jika diakumulasi sejak awal tahun, IHSG juga sudah terapresiasi sekitar 22%.
“Akhir pekan ini pelaku pasar menantikan rilis cadangan devisa untuk menjaga stabilitas eksternal, termasuk mata uang rupiah,” ucap Ratih.
Dari mancanegara, pergerakan Bursa Wall Street cenderung terbatas. Pada 4 Desember 2025, Nasdaq naik 0,22%, sementara Dow Jones melemah 0,07%.
Ratih menyatakan bahwa sentimen pasar masih tertuju pada rapat The Fed 10–11 Desember 2025, di mana bank sentral diproyeksikan memangkas suku bunga 25 bps dan mempertahankan nada dovish pada pertemuan berikutnya.
“Proyeksi tersebut didorong oleh inflasi yang mulai terkendali, pelemahan pasar tenaga kerja, serta perlambatan aktivitas ekonomi,” pungkasnya.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#indeks-bisnis-27 #saham-pgeo #saham-medc #saham-tlkm #saham-klbf #ihsg-menguat #bursa-efek-indonesia #pasar-ekuitas-domestik #inflow-investor-asing #kapitalisasi-pasar #sentimen-pasar #rapat-the-fed #n-a