Warner Bros dan HBO Max Dalam Pembicaraan Eksklusif Dijual ke Netflix

Warner Bros dan HBO Max Dalam Pembicaraan Eksklusif Dijual ke Netflix

Warner Bros. Discovery Inc. tengah melakukan negosiasi eksklusif untuk menjual studio film dan televisi serta layanan streaming HBO Max kepada Netflix

(Kompas.com) 05/12/25 19:07 62572

KOMPAS.com - Warner Bros. Discovery Inc. tengah melakukan negosiasi eksklusif untuk menjual studio film dan televisi serta layanan streaming HBO Max kepada Netflix Inc.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/12/2025), Netflix menawarkan klausul pemutusan sebesar 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.671 per dollar AS) jika kesepakatan tidak mendapat persetujuan dari regulator.

Pembicaraan ini diperkirakan dapat diumumkan dalam beberapa hari ke depan, jika tidak terjadi kegagalan dalam proses negosiasi.

Langkah ini menandakan Netflix unggul dari rivalnya, yaitu Paramount Skydance Corp. dan Comcast Corp., yang juga bersaing untuk mengakuisisi aset tersebut.

Sebelum transaksi selesai, Warner Bros., yang memiliki valuasi lebih dari 60 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.000 triliun, akan menyelesaikan rencana spin-off untuk saluran kabel seperti CNN, TBS, dan TNT.

Pada perdagangan pra-pasar Jumat, saham Warner Bros. naik sekitar 3,7 persen setelah penutupan di angka 24,54 dollar AS per saham di New York, sementara saham Netflix turun sekitar 0,6 persen.

Jika transaksi terealisasi, ini akan menjadi perubahan besar dalam industri hiburan, menggabungkan layanan streaming berbayar terbesar di dunia dengan salah satu studio Hollywood tertua dan paling bergengsi.

Akuisisi ini juga menandai perubahan strategi dramatis bagi Netflix, yang selama ini berkembang tanpa memiliki perpustakaan konten besar atau studio sendiri.

Netflix membangun bisnisnya dengan melisensikan konten dari pihak ketiga, lalu memperluas produksi konten orisinalnya.

Dengan pembelian ini, Netflix akan memiliki jaringan HBO lengkap dengan koleksi acara hit seperti “Game of Thrones” dan “Succession”. Selain itu, Warner Bros. memiliki studio besar di Burbank, California, dan arsip film serta televisi yang sangat luas.

Paramount Skydance, yang sebelumnya mengajukan beberapa penawaran tidak diminta, mengalami kemunduran dalam persaingan ini.

Warner Bros. secara resmi memasuki pasar penjualan pada Oktober setelah mendapat minat dari beberapa pihak, termasuk Comcast.

Proses penawaran menjadi panas dengan tuduhan Paramount bahwa Warner Bros. menjalankan proses yang tidak adil dan memihak Netflix.

Surat dari kuasa hukum Paramount pada 3 Desember menyebut proses lelang “tercemar” dan mengklaim Warner Bros. mengarahkan hasil untuk menguntungkan Netflix.

Paramount juga berargumen dalam surat pada 1 Desember bahwa penawarannya lebih mungkin disetujui regulator di berbagai negara.

Bisnis televisi tradisional tengah mengalami penurunan signifikan karena pelanggan beralih ke layanan streaming yang didominasi Netflix.

Pada kuartal terakhir, divisi jaringan kabel Warner Bros. mencatat penurunan pendapatan 23 persen akibat pelanggan yang berhenti berlangganan dan pengiklan yang beralih.

Menurut analisis Bloomberg Intelligence, Netflix menjadi calon terdepan dalam kompetisi untuk Warner Bros., dengan nilai tawaran sekitar 30 dollar AS per saham yang menyiratkan valuasi ekuitas 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.250 triliun.

Gabungan jumlah pelanggan kedua layanan diperkirakan mencapai 450 juta, yang berpotensi menimbulkan masalah antitrust. Netflix berusaha meyakinkan regulator bahwa penggabungan ini akan menurunkan harga bagi konsumen lewat bundling.

Netflix yang didirikan hampir tiga dekade lalu sebagai layanan rental DVD, menutup 2024 dengan pendapatan 39 miliar dollar AS atau sekitar Rp 650 triliun dan nilai pasar sekitar 437 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.287 triliun.

Warner Bros., yang berdiri sejak 1920-an, memiliki penjualan lebih dari 39 miliar dollar AS atau sekitar Rp 650 triliun.

Koleksi konten ikonik Warner Bros. akan memperkuat posisi Netflix dalam persaingan dengan perusahaan besar seperti Walt Disney Co. dan Paramount.

Namun, kesepakatan ini diperkirakan akan mendapat pengawasan ketat dari regulator Amerika Serikat dan Eropa, serta menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak.

Politisi seperti Darrell Issa dan Mike Lee, keduanya dari Partai Republik, menyatakan keberatan atas kemungkinan akuisisi ini karena dikhawatirkan akan merugikan konsumen.

Netflix menanggapi bahwa saingan terbesarnya bukan Warner Bros., melainkan YouTube milik Alphabet Inc.

Langkah Netflix ini juga menimbulkan kekhawatiran di Hollywood karena perusahaan ini dikenal jarang merilis filmnya di bioskop, meskipun kadang melakukan tayangan terbatas.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#warner-bros #studio-film #hbo-max #bisnis-hiburan #akuisisi-netflix

https://money.kompas.com/read/2025/12/05/190738426/warner-bros-dan-hbo-max-dalam-pembicaraan-eksklusif-dijual-ke-netflix