Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp133 Triliun per September 2025, Ini Data Lengkapnya
Industri asuransi jiwa Indonesia raih premi Rp133,2 triliun hingga September 2025, meski turun 1,1% (YoY). Jumlah tertanggung naik, investasi tumbuh 25,5%.
(Bisnis.Com) 08/12/25 16:48 65050
Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi jiwa mencatatkan perolehan premi Rp133,2 triliun pada periode Januari—September 2025. Jumlah tertanggung terus meningkat, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terproteksi asuransi.
Berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mencatat bahwa total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp174,21 triliun hingga September 2025, tumbuh 3,2% (year on year/YoY) dari periode sebelumnya senilai Rp168,7 triliun.
Pendapatan itu di antaranya berasal dari perolehan premi Rp133,2 triliun dan hasil investasi Rp33,81 triliun. Nilai premi per Januari—September 2025 itu turun 1,1% (YoY), sementara hasil investasi melonjak 25,5%.
"Pada periode Januari hingga September ini, kami melihat industri asuransi jiwa masih menunjukkan stabilitas bisnisnya," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers di Gedung AAJI, Jakarta pada Senin (8/12/2025).
Terdapat tren yang menarik dalam perolehan premi industri asuransi jiwa sembilan bulan tahun ini. Meskipun total premi turun 1,1%, rupanya terjadi kenaikan dari sisi premi weighted atau premi disetahunkan periode Januari—September 2025, yakni Rp88,06 triliun atau naik 4,0% (YoY) dari sebelumnya Rp84,65 triliun.
Premi weighted atau premi terimbang adalah perhitungan premi dari berbagai jenis bisnis untuk tahun awal polis, yang dapat memberi gambaran lebih akurat soal kondisi bisnis tahun tersebut. Misalnya, jika perusahaan asuransi memperoleh premi tunggal (single premium) untuk asuransi dengan masa perlindungan 15 tahun, maka tidak seluruh premi dihitung sebagai hasil bisnis tahun ini, melainkan hanya 10% dari total premi yang dihitung sebagai premi weighted tahun ini.
Perolehan premi tunggal pada Januari—September 2025 senilai Rp50,18 triliun turun 9,9% (YoY) dari sebelumnya Rp55,68 triliun. Namun demikian, perolehan premi reguler periode tersebut mencapai Rp83,04 triliun atau naik 5,0% (YoY).
Menurut Budi, hal tersebut menunjukkan bahwa nasabah asuransi kini lebih memilih bentuk pembayaran premi secara berkala atau reguler. Kondisi itu turut dipengaruhi oleh pelemahan daya beli masyarakat yang membuat alokasi dana untuk asuransi terpengaruh, tetapi kesadaran tinggi akan tingginya proteksi membuat mereka tetap mempertahankan asuransi—sehingga memilih premi reguler.
Lebih lanjut, Budi juga menyampaikan bahwa hasil positif kinerja industri asuransi jiwa pada periode ini tercermin dari semakin luasnya perlindungan asuransi yang diberikan kepada masyarakat.
Berdasarkan data AAJI, jumlah masyarakat yang terlindungi terus bertambah, yakni jumlah tertanggung asuransi jiwa mencapai 151,56 juta jiwa. Jumlah tertanggung perorangan mencapai 22,32 juta jiwa atau naik 12,8% (YoY), sedangkan tertanggung kumpulan mencapai 129,25 juta atau naik 12,1% (YoY).
Indikator lainnya turut mengonfirmasi penguatan industri asuransi jiwa adalah total uang pertanggungan yang naik 19,1% (YoY), dari Rp7,57 triliun menjadi Rp9,02 triliun. Sementara itu, total polis bertambah 7,5% (YoY) menjadi 20,30 juta polis, dengan polis perorangan naik 8,1%, meski polis kumpulan tercatat turun 29,8%.
Dari sisi investasi, industri asuransi jiwa juga mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan hasil investasi mencapai 25,5%, naik dari Rp26,95 triliun menjadi Rp33,81 triliun.
"Kenaikan ini memberikan dampak pada meningkatnya angka penetrasi asuransi jiwa menjadi 7,9% dari total keseluruhan penduduk Indonesia," ujar Budi.
Total aset industri asuransi jiwa tercatat senilai Rp648,58 triliun hingga September 2025, naik 2,9% (YoY).
Adapun, total klaim dan manfaat yang dibayar industri asuransi jiwa pada Januari—September 2025 mencapai Rp110,44 triliun, turun 7,9% (YoY) dari sebelumnya Rp119,97 triliun. Lebih rinci, industri asuransi membayar klaim meninggal dunia senilai Rp8,36 triliun, klaim asuransi kesehatan Rp19,35 triliun, dan klaim lain-lain Rp4,91 triliun. (Putri Astrian Surahman)
#asuransi-jiwa #kinerja-asuransi-jiwa-september-2025 #premi-asuransi-jiwa-september-2025 #kinerja-asuransi-jiwa-kuartal-iii-2025 #premi-asuransi-jiwa-kuartal-iii-2025 #data-aaji #data-aaji-september-20