Sosok Nurhayati Subakat di Balik 40 Tahun Paragon Corp Raih Penghargaan BIG 40 Awards

Sosok Nurhayati Subakat di Balik 40 Tahun Paragon Corp Raih Penghargaan BIG 40 Awards

Nurhayati Subakat, pendiri Paragon Corp, meraih BIG 40 Awards sebagai pelopor industri kecantikan pasca-pandemi.

(Bisnis.Com) 08/12/25 21:08 65404

Bisnis.com, JAKARTA - Pelopor hadirnya kosmetik halal di Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, atau Paragon Corp, meraih penghargaan BIG 40 Awards untuk kategori Post-Pandemic Beauty Industry Pioneer.

BIG 40 Awards merupakan puncak perayaan 40 tahun perjalanan Bisnis Indonesia, yang selama empat dekade telah menjadi salah satu sumber informasi ekonomi dan bisnis paling terpercaya di tanah air.

Melalui ajang ini, kami memberikan penghargaan kepada 40 tokoh, institusi, dan inovator yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, dan kemajuan sosial Indonesia.

Selaras dengan tema perayaan HUT ke-40 Bisnis Indonesia, BIG 40 Awards tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga wujud apresiasi dan refleksi perjalanan bangsa dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh.

Setiap penerima penghargaan mewakili kisah inspiratif tentang visi, kepemimpinan, dan ketekunan yang menggerakkan perubahan positif di sektor masing-masing.

Menariknya, penghargaan ini berbarengan dengan usia 40 tahun berdirinya Paragon tahun ini.

40 tahun bukan waktu yang singkat untuk membangun bisnis kosmetik hingga begitu besar. Tak hanya sekadar halal, tapi juga memajukan inovaasi dan menelurkan produk yang berbasis penelitian.

Keberhasilan Paragon Corp membangun sederet nama besarnya, seperti Wardah, Make Over, Emina, sampai Kahf, hingga begitu dikenal banyak masyarakat Indonesia salah satunya berkat campur tangan sang pendiri, Nurhayati Subakat.

Nurhayati Subakat merupakan perempuan kelahiran 27 Juli 1950, yang resmi mendirikan PTI pada 28 Februari 40 tahun silam. Dia kini tak sekadar dikenal sebagai pengusaha andal, tapi juga seorang filantropis Indonesia.

Besar di Padang, Sumatra Barat, Nurhayati menjalani pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Farmasi. Dia berhasil menjadi lulusan terbaik S1 Farmasi ITB dan meraih gelar sarjananya pada 1975.

Setelah lulus, Nurhayati memulai kariernya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, Padang. Lalu, tiga tahun kemudian, pada 1978, dia menikah dan pindah bersama sang suami ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik Wella sebagai staf pengendalian mutu.

Pengalamannya sebagai lulusan farmasi dan bekerja di bidangnya membuatnya punya keinginan besar untuk memulai bisnisnya sendiri.

Hal itu dia wujudkan pada 1985, bersama sang suami akhirnya memulai usaha industri rumahan yang memproduksi produk perawatan rambut bernama Pusaka Tradisi Ibu. Kala itu, produk pertamanya adalah perawatan rambut dengan merek Putri.

Lima tahun kemudian, pada Desember 1990, Nurhayati mulai memperbesar bisnisnya, berekspansi dan menambah kapasitas produksi dengan mendirikan pabrik pertama di Kawasan Industri Cibodas.

Lewat pabrik barunya, dia juga mulai menciptakan sejumlah produk kosmetik dan beberapa merek baru, termasuk "Wardah" yang artinya "Mawar" dalam bahasa Arab. Merek itu dia luncurkan pada 1995, dan menjadi pelopor kosmetik halal di Indonesia.

Nurhayati awalnya memperkenalkan produk Wardah mulai dari pesantren dan menjualnya dari pintu ke pintu menggunakan rencana pemasaran bertingkat.

Tahun-tahun berganti, PTI terus berinovasi dan meluncurkan merek kosmetik lainnya, seperti Make Over sebagai kosmetik untuk pasar profesional, dan Emina untuk remaja. Kini, bahkan ada produk perawatan tubuh khusus pria, lewat merek Kahf.

Pada 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu kemudian mengganti namanya menjadi PT Paragon Technology and Innovation (PTI) dan kini telah menaungi sembilan merek seperti Putri, Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Laboré, Biodef, Instaperfect, dan Crystallure.

Meskipun dengan banyaknya merek yang dinaungi, Wardah diketahui masih menjadi kontributor penyumbang pendapatan utama dengan pangsa 70% dari total pendapatan perusahaan.

Hingga 40 tahun berdiri, Paragon juga masih berstatus sebagai perusahaan tertutup, sehingga valuasi kekayaan keluarga Nurhayati yang mempekerjakan 12.000 orang itu hanya perkiraan. Majalah Forbes memperkirakan kekayaan Nurhayati sekitar US$1,5 miliar atau sekitar Rp24 triliun pada 2024.

Ingin semakin memperbesar bisnisnya, Paragon juga berencana untuk berekspansi ke luar negeri. Saat ini produknya hanya tersedia di Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.

Adapun, Nurhayati tak lagi mengurus langsung usahanya. Kini ketiga anaknya telah terlibat dalam bisnis ini. Putranya, Salman, menjabat sebagai direktur pemasaran, sementara putra lainnya, Harman, berfokus pada operasional, dan putrinya, Sari Chairunnisa, bekerja di bagian riset dan pengembangan.

#nurhayati-subakat #paragon-corp #kosmetik-halal #big-40-awards #post-pandemic-beauty #wardah #make-over #emina #kahf #paragon-technology #inovasi-kosmetik #industri-kecantikan #penghargaan-bisnis #eks

https://entrepreneur.bisnis.com/read/20251208/265/1935049/sosok-nurhayati-subakat-di-balik-40-tahun-paragon-corp-raih-penghargaan-big-40-awards