Mendag Beberkan Kondisi dan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru
Kemendag memastikan harga bahan pokok (bapok) stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
(Bisnis.Com) 09/12/25 16:36 66507
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan saat ini kebutuhan bahan pokok, baik dari sisi ketersediaan maupun harga masih berada dalam kondisi relatif normal dan terkendali, menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan dan produksi dinilai mencukupi, termasuk untuk komoditas strategis seperti telur dan daging ayam yang dilaporkan berada dalam kondisi surplus.
Namun, Budi menyebut perlu langkah antisipasi terutama terkait potensi gangguan akibat faktor cuaca seperti curah hujan yang dapat memengaruhi proses panen dan kualitas kesehatan produk, serta kebutuhan produk multikultural menjelang perayaan Natal.
“Pada prinsipnya kami mengarahkan pemerintah daerah apabila terjadi peningkatan harga atau kekurangan pasokan untuk langsung berkoordinasi Satuan Tugas Pangan dan Kemendag. Namun, sampai sekarang kondisi bapok cukup terkendali dengan baik,” kata Budi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (9/12/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara Daniel Anderspindene Mewengkang menyatakan salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama menjelang Nataru adalah cabai. Pasalnya, komoditas ini kerap memicu gejolak harga di wilayah Sulawesi Utara.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan pasokan cabai secara umum menjelang Nataru berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan signifikan.
Abdul menyatakan terdapat kenaikan harga pada cabai rawit merah (CRM) yang lebih dipengaruhi kendala panen saat musim hujan daripada keterbatasan stok.
Menurutnya, kondisi cuaca membuat tanaman sulit dipanen, bukan lantaran ketiadaan produksi, sehingga tantangan utama saat ini berada pada sisi teknis panen di lapangan.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Dian Alex Chandra menyatakan produksi bawang merah secara nasional diproyeksikan meningkat seiring momentum panen raya.
Dian juga memastikan stok bawang merah aman melalui ketersediaan gudang penyimpanan, termasuk cold storage, baik milik pemerintah maupun swasta, dengan cadangan yang siap diawasi bersama Satgas Pangan.
Dian menilai bawang merah lebih mudah dijaga kestabilannya dibandingkan cabai karena mampu disimpan hingga beberapa bulan.
Dia menuturkan, dengan sebaran sentra produksi yang kini merata di berbagai daerah di Indonesia, stabilitas pasokan dan harga bawang merah diharapkan tetap terjaga hingga periode Nataru serta ke depannya sehingga komoditas ini tidak lagi menjadi pemicu utama inflasi.
Dari sisi pangan hewani, Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) menyatakan ketersediaan pasokan telur dan daging ayam untuk periode Nataru berada dalam kondisi aman.
Berdasarkan catatan internal, kondisi pasokan nasional berada dalam posisi surplus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.
Setali tiga uang, Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kendal Suwardi menyampaikan stok telur menjelang Nataru berada dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
#kemendag-harga-bapok #harga-bahan-pokok #harga-sembako #nataru-2025 #harga-telur-ayam #harga-daging-ayam #pasokan-cabai #harga-cabai-rawit #produksi-bawang-merah #stok-bawang-merah #cuaca-panen-cabai #n-a