Dari Garasi Rumah, Bhumii Galaxy Florist Kini Bukukan Omzet hingga Rp300 Juta per Bulan
Bhumii Galaxy Florist, didirikan Almasya Denta dari garasi rumah di Bekasi pada 2017, kini meraih omzet Rp300 juta/bulan dengan strategi pemasaran dan manajemen SDM yang efektif.
(Bisnis.Com) 10/12/25 13:50 67696
Bisnis.com, JAKARTA - Memulai bisnis tidak melulu harus bermodal besar atau memiliki perangkat bisnis yang memadai. Lebih penting dari itu semua adalah semangat untuk terus belajar dan berani mencoba hal-hal baru.
Hal inilah yang dialami oleh Almasya Denta pendiri Bhumii Galaxy Florist yang mulai menjalankan bisnis dari garasi rumahnya di Bekasi pada 2017 lalu. Denta sebetulnya tidak memiliki keahlian merangkai bunga, tetapi dia tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan seni.
“Ibu saya seorang seniman bunga yang suka merangkai bunga di rumah. Karena sering melihat itu maka saya pun mulai mengenal dan mempelajarinya,” tuturnya di sela acara Perbanas Student Entrepreneurship Expo 2025.
Bisnis yang dijalankannya ini sempat terhenti saat pandemi. Namun, pada 2022 dia memutuskan untuk kembali bangkit, memanfaatkan momentum ekonomi yang mulai pulih. “Saya merasa ini saatnya menunjukkan produk dan brand kami lagi,” ujarnya.
Berbekal ilmu yang dia dapatkan selama menempuh Pendidikan di S1 Manajemen dari Perbanas Institute, Denta tak sekadar mengandalkan kreativitas merangkai bunga. Dia menata tiga fondasi utama usaha mulai dari keuangan dengan mengontrol cashflow dan biaya bahan baku, termasuk ketika mulai melakukan impor bunga.
Selain itu dia juga mempelajari dari sisi marketing dengan mengoptimalkan Instagram, TikTok, website, hingga Google Ads. “Hal yang tidak kalah penting dari bisnis ini adalah Memanage SDM. Bagaimana melatih tim untuk merangkai bunga, memetakan kebutuhan produksi, dan menjaga standar kualitas,” jelasnya.
Strategi itu terbukti efektif. Pada momen ramai seperti Desember, hari ibu, Natal, hingga bulan puasa omzet bulanan Bhumii bisa menembus hingga Rp300 juta per bulan.
Bhumii Galaxy Florist sendiri dikenal dengan berbagai gaya buket mulai dari Korean style, rounded, Russian, hingga bloombox. Namun salah satu produk yang paling viral adalah Thumbelina, buket berwarna-warni dengan bentuk memanjang ala Russian style.
Di tengah banyaknya florist baru, Bhumii memilih diferensiasi melalui pendekatan yang tidak hanya mengandalkan estetika tetapi juga pelayanan. Denta menyebut Bhumii sebagai “florist yang humanis”.
“Kalau ada customer yang budget-nya terbatas, kita tetap bantu. Kita konsultasikan komposisinya sampai ketemu yang cocok,” katanya. Pendekatan itu membuat Bhumii punya pelanggan loyal, dari individu hingga korporasi, bahkan kementerian seperti Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kelautan.
Kini pelanggan Bhumii tidak hanya dari Bekasi, tetapi juga pesanan diaspora Indonesia di Spanyol, Amerika, hingga Kanada. Denta juga sedang membangun relasi di Belanda untuk membuka kebun tulip dan peony sebagai langkah menuju ekspor.
“Saat ini kami sudah memiliki kebun mawar di Bandung. Harapan saya setahun ke depan kami sudah punya kebun sendiri di Belanda. Itu jadi langkah besar agar produk kami semakin unggul,” ungkapnya.
Kesuksesan Dena menjadi gambaran bagaimana keberanian, ilmu, dan ketekunan dapat mengubah usaha kecil menjadi bisnis bernilai besar. Semangat inilah yang juga tengah ditumbuhkan Perbanas Institute melalui Student Entrepreneurship Expo 2025, sebuah program yang memadukan pembelajaran kewirausahaan dengan praktik langsung.
“Expo ini bukan sekadar event komersial, tetapi laboratorium belajar. Mahasiswa harus memahami pasar, strategi jualan, hingga nilai tambah produk,” ujar Rizki Yuniarti, Ketua Pelaksana Expo 2025.
Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pemasaran langsung (direct selling), kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap budaya inovasi kampus serta mendorong munculnya ide bisnis potensial yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui inkubasi bisnis Perbanas Institute ke tahap komersialisasi yang lebih luas.
Turah Slamet sebagai Wakil Ketua Pelaksana menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi panggung nyata bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka sebagai calon pelaku usaha.
“Kompetisi ini bukan tentang siapa yang paling besar, tetapi tentang keberanian untuk melangkah, mencoba, dan belajar dari setiap proses bisnis yang mereka jalankan,” tuturnya.
#bunga-florist #bisnis-bunga #bhumii-galaxy #omzet-rp300-juta #florist-bekasi #korean-style-buket #russian-style-buket #thumbelina-buket #florist-humanis #pelanggan-loyal #ekspor-bunga #kebun-mawar-ban