Tren Mulai Membaik, Pembiayaan Mobil Baru Adira (ADMF) Rp6,1 Triliun per Oktober 2025

Tren Mulai Membaik, Pembiayaan Mobil Baru Adira (ADMF) Rp6,1 Triliun per Oktober 2025

Adira Finance (ADMF) catat pembiayaan mobil baru Rp6,1 triliun per Oktober 2025, tumbuh 8% dari bulan sebelumnya.

(Bisnis.Com) 10/12/25 15:05 67800

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan pembiayaan mobil baru sebesar Rp6,1 triliun per Oktober 2025.

Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menuturkan nilai tersebut berkontribusi sebesar 20% terhadap total portofolio perusahaan.

Kendati demikian, dia menyebut bila dibandingkan secara tahunan atau year on year (YoY), nilai pembiayaan mobil baru masih menurun. Namun, sejak awal tahun hingga Oktober 2025 trennya cenderung membaik dan terus menunjukkan peningkatan.

“Secara bulanan atau month-to-month, pembiayaan mobil baru pada Oktober 2025 tumbuh sekitar 8% dibandingkan September 2025,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (9/12/2025).

Gani membeberkan jenis mobil yang paling diminati para debitur dari segmen kendaraan penumpang adalah minibus. Sementara itu, dari segmen kendaraan komersial, didominasi oleh tipe pickup.

Dalam menilai profil risiko calon debitur mobil baru, Adira Finance secara umum melakukan evaluasi melalui beberapa aspek utama, seperti kemampuan membayar, Riwayat kredit, dan lainnya.

“Proses penilaian ini didukung oleh verifikasi lapangan dan analisis internal untuk memastikan keputusan pembiayaan tetap prudent dan sesuai dengan prinsip manajemen risiko,” ucap Gani.

Adapun, Gani berpendapat tantangan tahun ini tidak hanya terjadi pada pembiayaan mobil baru saja, tetapi juga terjadi penurunan permintaan (demand) pembiayaan mobil bekas.

“Namun, di Adira Finance, fluktuasi penyaluran kami di segmen mobil bekas cenderung lebih stabil dibandingkan mobil baru,” sebutnya.

Lebih lanjut, Gani mengungkapkan untuk mendongkrak pembiayaan mobil baru, perusahaan fokus pada perluasan jangkauan pasar dengan mengoptimalkan jaringan distribusi di wilayah potensial, terutama di luar Pulau Jawa.

Kemudian, lanjutnya, memperkuat kerja sama dengan dealer dan menghadirkan program pemasaran yang lebih menarik, serta meningkatkan kualitas layanan dan proses retensi pelanggan guna menjaga loyalitas nasabah.

Tidak sampai di situ, Adira Finance tetap melakukan diversifikasi portofolio melalui pengembangan pembiayaan multiguna (Solusi Dana) dan alat berat, sembari memperkuat sinergi dengan entitas dalam grup serta mendorong percepatan transformasi digital.

“Seluruh strategi tersebut dijalankan secara tersegmentasi sesuai risk appetite perusahaan serta didukung oleh pengelolaan collection yang efektif,” tegas Gani.

Lebih jauh, Adira Finance melihat total pembiayaan mobil baru berpotensi mengalami sedikit penurunan hingga akhir 2025. Hal ini tak lepas dari penurunan signifikan di awal tahun.

“Sehingga meskipun saat ini terlihat adanya perbaikan, akumulasi kinerja sepanjang tahun kemungkinan masih menunjukkan tren yang sedikit melemah,” ujar Gani.

Meski demikian, imbuhnya, perusahaan melihat untuk 2026 prospeknya akan lebih positif lantaran didukung oleh hadirnya mobil listrik yang semakin terjangkau dan pilihannya lebih beragam, serta ekspektasi peningkatan daya beli masyarakat seiring perbaikan kondisi ekonomi.

#pembiayaan-mobil #adira-finance #pembiayaan-mobil-baru #tren-pembiayaan-mobil #minibus-populer #pickup-komersial #risiko-debitur #penilaian-risiko #pembiayaan-mobil-bekas #pasar-potensial #jaringan-di

https://finansial.bisnis.com/read/20251210/89/1935721/tren-mulai-membaik-pembiayaan-mobil-baru-adira-admf-rp61-triliun-per-oktober-2025