Pemerintah Resmi Bangun Ulang Gedung Ponpes Al-Khoziny, Pakai APBN Rp125 Miliar
Pemerintah membangun ulang Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo dengan APBN Rp125 miliar, selesai Juni 2026, pasca ambruknya gedung yang menewaskan 63 santri.
(Bisnis.Com) 11/12/25 16:21 69379
Bisnis.com, SURABAYA – Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, secara resmi kembali dibangun. Hal tersebut ditandai oleh prosesi groundbreaking yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Nasional Penataan Pembangunan Pesantren Muhaimin Iskandar.
Proyeksi lokasi gedung baru Ponpes Al-Khoziny yang dibangun di atas lahan seluas 4.157 meter persegi tersebut terletak di Jalan Siwalan Panji II, Buduran, Sidoarjo. Jaraknya pun tidak jauh dari komplek pesantren dan bangunan yang lama.
“Alhamdulillah, hari ini saya dan seluruh lintas kementerian di dalam satuan tugas rekonstruksi pesantren ada, PU, Kementerian Agama, ATR/BPN, pemerintah daerah, ada bupati memulai groundbreaking Pesantren Al-Khoziny,” ucap Cak Imin, Kamis (11/12/2025).
Rencananya bangunan baru pesantren ini terdiri atas lima lantai, yang berfungsi sebagai asrama dan tempat pendidikan. Rencananya akan dibangun pula masjid yang memiliki empat lantai.
Cak Imin menegaskan, proyek tersebut direncanakan akan menghabis anggaran sebesar Rp125.314.778.000. Proses pembangunan pesantren tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025-2026.
“Iya, [pembangunan ulang Al-Khoziny menggunakan] APBN semua. Ada disitu tadi, Rp125 miliar,” tegasnya.
Seluruh proses pembangunan diprediksi akan rampung pada Juni 2026 mendatang dengan melibatkan para pekerja dari kontraktor melalui penunjukkan langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Berbagai legalitas persyaratan yang dibutuhkan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pun telah dipenuhi.
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan ground breaking tersebut bukanlah sekadar seremoni belaka. Ia berharap momentum itu dapat dijadikan sebagai alarm bagi pemerintah dan pengasuh lembaga-lembaga pendidikan, khususnya bagi pengasuh pesantren di seluruh penjuru tanah air, untuk mengevaluasi dan membawa pesantren semakin baik, demi keamanan dan keselamatan segenap santri.
“Ini menjadi momentum kita untuk muhasabah, evaluasi, kegotongroyongan, dan kebersamaan dalam upaya mewujudkan sistem pendidikan yang utuh, menyeluruh, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai buat para santri-santri kita,” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan keprihatinan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peristiwa ambruknya gedung pesantren Al Khoziny yang terjadi September 2025 silam, hingga mengakibatkan 63 santri tewas tertimpa reruntuhan.
“Ketika musibah terjadi, Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya segera lakukan langkah-langkah cepat dan efektif buat mengantisipasi pesantren-pesantren kita, buat upaya agar seluruh kesalahan dan kekurangan masa lalu tidak terulang. Termasuk khususnya Al-Khoziny yang begitu menjadi perhatian,” katanya.
Ketua Umum PKB ini bahkan menyebut Presiden Prabowo berniat untuk menghadiri dan memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan ulang pesantren yang telah berdiri sejak 1917 itu.
“Bapak Presiden sendiri pingin hadir ke sini waktu itu dan hingga hari ini, tapi karena kesibukan dan waktu itu memerintahkan kepada saya untuk secara khusus menemui Al-Mukaram Bapak Kiai Abdus Salam. Pak Prabowo langsung punya komitmen dan keinginan yang tinggi kalau sudah menyangkut pesantren. Karena beliau menyadari penuh sejarah pesantren,” tambahnya.
Sementara itu pengasuh Pesantren Al-Khoziny KH Abdus Salam Mujib menghaturkan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Dirinya juga mendoakan agar pemerintah mendapatkan pertolongan Tuhan dalam menghadapi dampak bencana yang sedang terjadi di berbagai belahan Indonesia.
“Mudah-mudahan langkah dari pemerintah dalam hal ini yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat mudah-mudahan diridai oleh Allah dan diberkahi dan selalu pemerintah dibimbing oleh Allah SWT, dan diberi pertolongan untuk selalu bisa mensejahterakan masyarakatnya dan juga bisa mengayomi, ataupun bahkan di sini kami juga merasa sangat-sangat prihatin atas terjadinya musibah-musibah di belahan Indonesia, khususnya bagian barat, di mana banyak desa yang hilang di daerah Sumatra,” ucap Salam.
Diketahui bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo ambruk dan menewaskan 63 santri dan puluhan lainnya luka-luka, Senin (29/9) silam. Penyebab ambruknya gedung itu diduga karena kegagalan konstruksi. Namun, hingga saat ini aparat kepolisian belum menetapkan seorang pun tersangka atas tragedi itu.
Caption Foto
#ponpes-al-khoziny #pembangunan-ponpes #gedung-ponpes-baru #apbn-ponpes #ponpes-sidoarjo #muhaimin-iskandar #pesantren-al-khoziny #pembangunan-pesantren #gedung-baru-ponpes #ponpes-buduran #renovasi-po