Setelah Nepal, Gen Z Bulgaria Berhasil Runtuhkan Perdana Menteri

Setelah Nepal, Gen Z Bulgaria Berhasil Runtuhkan Perdana Menteri

Gen Z Bulgaria berhasil memaksa PM Rosen Zhelyazkov mundur setelah demo besar menuntut pemberantasan korupsi dan perbaikan demokrasi sejak Desember 2025.

(Bisnis.Com) 16/12/25 12:30 74428

Bisnis.com, JAKARTA – Demo besar-besaran generasi Z (Gen Z) di Bulgaria sejak awal Desember 2025 akhirnya berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov.

Aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh rancangan anggaran negara yang kontroversial, namun dengan cepat berkembang menjadi tuntutan luas terhadap pemberantasan korupsi dan perbaikan demokrasi.

Dilansir dari Deutsche Welle (DW), Selasa (16/12/2025), sejak 1 Desember 2025, puluhan ribu anak muda Bulgaria turun ke jalan dalam aksi nasional terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Mereka menuntut pencabutan anggaran tahun 2026 serta pengunduran diri pemerintah.

Pesan utama yang diusung para demonstran sederhana tetapi tajam, “Anda (pemerintah) membuat marah generasi yang salah”.

Pemerintah sempat merespons demo tersebut dengan rancangan anggaran baru yang menunda kenaikan pajak dan iuran sosial selama dua tahun. Namun langkah tersebut dinilai tidak cukup meredam kekecewaan publik, khususnya di kalangan anak muda.

Martin Atanassov, pelajar sekolah menengah berusia 18 tahun, mengatakan bahwa anggaran hanyalah pemicu awal.

“Anggaran adalah alasan kami turun ke jalan, tetapi akar masalahnya adalah kami tidak melihat masa depan untuk tinggal di Bulgaria, memulai usaha, atau membangun keluarga,” ujarnya.

Dalam laporan DW, Gen Z Bulgaria merupakan generasi pertama yang tidak memiliki ingatan langsung tentang rezim komunis maupun krisis hiperinflasi akhir 1990-an. Meski tingkat partisipasi pemilih Bulgaria hanya mencapai sekitar 39% pada pemilu terakhir, demo ini menandai kebangkitan politik anak muda secara signifikan.

Tuntutan mereka mencakup perbaikan layanan kesehatan, peningkatan peluang kerja, dan terutama pemberantasan korupsi. Mimi Shishkova, influencer sekaligus penerbit terkenal, menyebut isu korupsi sebagai inti dari gerakan tersebut.

“Pada intinya, tuntutan politik Gen Z adalah mengakhiri korupsi,” katanya kepada DW.

Bulgaria saat ini menempati peringkat kedua terbawah di Uni Eropa dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International 2024, hanya satu tingkat di atas Hungaria.

Banyak demonstran menyoroti peran mantan Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov dan oligarki Delyan Peevski sebagai simbol masalah struktural negara. Namun, Shishkova menegaskan bahwa menyingkirkan tokoh tertentu bukanlah solusi tunggal.

“Itu tidak bisa menjadi solusi itu sendiri,” ujarnya.

Media sosial menjadi “motor besar” untuk menggerakan demo tersebut. Data dari Balkan Free Media Initiative menunjukkan bahwa interaksi konten demo di TikTok melonjak hingga 488.000 pengguna pada malam pertama demo, atau 70 kali lipat dari biasanya.

Influencer Andrea Banda Banda mengatakan banyak pengikutnya turun ke jalan setelah melihat konten yang ia bagikan.

“Kita berada di momen yang sangat sulit ketika seseorang tidak bisa lagi menghindari pembicaraan soal politik karena begitu banyak orang merasa terwakili olehmu,” ungkapnya.

Demonstrasi membuat Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengundurkan diri pada 11 Desember 2025, kurang dari satu tahun setelah menjabat sejak 16 Januari 2025. Zhelyazkov mengumumkan pengunduran dirinya menjelang pemungutan suara mosi tidak percaya di parlemen.

“Kami telah mendengar suara rakyat yang telah berunjuk rasa. Kami perlu memenuhi tuntutan mereka, dan yang mereka tuntut saat ini adalah pengunduran diri pemerintah,” ucapnya kepada wartawan, dilansir dari New York Times.

Dalam catatan New York Times, demo tersebut diikuti puluhan ribu orang di berbagai kota dan menunjukkan solidaritas nasional yang jarang terjadi. Meskipun melibatkan berbagai kelompok usia, jumlah anak muda yang terlibat disebut luar biasa besar dibandingkan standar partisipasi politik Bulgaria sebelumnya.

Analis German Marshall Fund, Dimitar Keranov, mengatakan bahwa demonstrasi ini mencerminkan arah politik Bulgaria.

“Demo ini mungkin dimulai karena anggaran, tetapi sebenarnya ini tentang di mana letak korupsi dalam pemerintahan, yang pada akhirnya merugikan kepentingan publik,” ungkapnya.

Meski pemerintah telah berganti, ketidakpastian politik masih membayangi Bulgaria, termasuk menjelang adopsi mata uang euro pada Januari 2026. Presiden Bulgaria belum mengumumkan jadwal pemilu baru, sementara anggaran negara diperkirakan akan tertunda hingga terbentuk pemerintahan berikutnya.

Namun, demo ini dinilai sebagai titik balik penting perjuangan rakyat. Seorang warga Sofia, Rosina Pencheva, mengatakan kenapa demo ini penting.

“Orang-orang sudah lelah dibohongi, dan mereka tidak akan berhenti sampai pemerintah mundur.”

Gelombang demo Gen Z ini menunjukkan meningkatnya partisipasi generasi muda Bulgaria dan menegaskan peran sipil mereka sebagai kekuatan politik baru yang tidak lagi bisa diabaikan. Ada lebih dari 70 orang ditangkap dari demo ini karena merusak kantor partai politik pada pekan pertama Desember. (Stefanus Bintang)

#gen-z-bulgaria #demo-bulgaria-2025 #pengunduran-diri-perdana-menteri-bulgaria #pemberantasan-korupsi-bulgaria #perbaikan-demokrasi-bulgaria #aksi-nasional-bulgaria #rancangan-anggaran-bulgaria #partis

https://kabar24.bisnis.com/read/20251216/19/1937195/setelah-nepal-gen-z-bulgaria-berhasil-runtuhkan-perdana-menteri