Ada Franky Widjaja dan Farida Bau di Balik Merger MORA dan My Republic
Nama Franky Widjaja dan Farida Bau menjadi pemilik manfaat akhir dari merger MORA dan MyRepublic.
(Bisnis.Com) 18/12/25 10:22 77013
Bisnis.com, JAKARTA — PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) akan melakukan penggabungan usaha atau merger dengan entitas Grup Sinar Mas PT Eka Mas Republic (EMR) atau MyRepublic. Nama Franky Oesman Widjaja dan Farida Bau menjadi pemilik manfaat akhir dari merger ini.
Dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/12/2025), MyRepublic akan digabungkan ke Moratelindo. MORA menjadi entitas existing yang menerima penggabungan dengan EMR. Perusahaan baru hasil merger ini akan dinamai PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Dalam penggabungan ini, PT Innovate Mas Utama (IMU) akan menjadi pengendali baru dari perusahaan yang menerima penggabungan. Pemegang saham IMU adalah PT DSST Mas Gemilang dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) milik Grup Sinar Mas.
Sementara itu, pemilik manfaat akhir usai penggabungan ini nantinya adalah Franky Oesman Widjaja dan Farida Bau.
Merger ini akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham para pemegang saham MORA dikarenakan adanya peningkatan modal saham perusahaan yang menerima penggabungan. Dilusi untuk pemegang saham MORA adalah sebesar 50,50%.
“Penggabungan usaha antara MORA dan EMR merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kedua perusahaan dalam industri telekomunikasi dan layanan internet melalui jaringan yang sifatnya saling melengkapi,” papar manajemen perusahaan.
Sebagai informasi, MORA merupakan penyedia akses jaringan (NAP) dan penyedia layanan internet (ISP) yang menjalankan usaha sejak 2000. MORA sudah memiliki pelanggan di berbagai segmen, termasuk telekomunikasi, ISP, perusahaan, dan residensial.
MORA juga merupakan salah satu penyedia jaringan fiber optic backbone terbesar di Indonesia dengan cakupan layanan domestik yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua, dengan interkoneksi ke Singapura sebagai cakupan layanan internasional.
Sementara itu, MyRepublic menjalankan usaha di bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel, internet service provider, dan aktivitas telekomunikasi tanpa kabel. Per September 2025, PT Eka Mas Republic memiliki total panjang kabel serat optik 58.455 kilometer dengan total homepass sebanyak 8,79 juta dan jumlah pelanggan ritel sebanyak 1,52 juta.
Adapun sesaat setelah pembukaan perdagangan pagi ini, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) tercatat melesat hingga 5,40% ke level Rp12.200 per saham. Saham MORA diperdagangkan pada level Rp11.925-Rp13.150 per saham. Kapitalisasi pasar MORA mencapai hingga Rp288,49 triliun.
Saham DSSA yang juga terkait dengan merger ini turut melesat 1,58% ke level Rp107.975 per saham. Saham DSSA bergerak pada rentang Rp106.975-Rp108.500 sesaat setelah pembukaan pagi ini. Kapitalisasi pasar DSSA naik menjadi Rp832 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#mora-merger #myrepublic-merger #franky-widjaja #farida-bau #pt-mora-telematika #pt-eka-mas-republic #ekamas-mora-republik #innovate-mas-utama #dsst-mas-gemilang #dian-swastatika-sentosa #telekomunikas