Pemerintah Perluas Pembangunan Sampah Menjadi Listrik PSEL ke 10 Wilayah Aglomerasi, Gaet Investor Asing
Pemerintah Indonesia memperluas proyek PSEL ke 10 wilayah aglomerasi untuk mengelola sampah menjadi listrik
(Bisnis.Com) 19/12/25 10:54 78485
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menetapkan 10 wilayah aglomerasi yang akan menjadi pusat pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Penetapan dilakukan untuk memastikan efisiensi pengelolaan sampah lintas wilayah guna mencapai target sampah terkelola 100% pada 2029.
“Kami sudah menyiapkan sistem perizinan terpadu bersama Kementerian Investasi, termasuk proses pengelolaan aset yang transparan. Karena PSEL merupakan pilar energi baru terbarukan, kami tidak hanya menguji kelayakan teknis tetapi juga menyiapkan ruang inovasi, termasuk solusi impor perangkat teknologi canggih agar operasional di lapangan tidak terhambat,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq setelah rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator bidang Pangan pada Kamis (18/12/2025), dikutip dari siaran pers.
Hanif menyatakan bahwa pemerintah telah mengintegrasikan sistem perizinan dengan kementerian terkait untuk menjamin keamanan investasi hijau ini bersama Kementerian Investasi/BKPM.
Dalam rapat ini, pemerintah menyepakati perluasan pembangunan PSEL ke dalam dua tahap. Setelah tahap pertama berjalan di Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Tangerang Raya, kini tahap kedua resmi mencakup aglomerasi Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan), Lampung Raya (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur), dan Serang Raya (Kota Serang, Cilegon, Kabupaten Serang).
Hanif menambahkan bahwa skema aglomerasi ini krusial untuk memastikan skala ekonomi proyek dengan syarat volume timbulan sampah minimal 1.000 ton per hari.
“Seperti yang akan diimplementasikan di lahan seluas 20 hektare di Kota Baru Purwotani, Lampung,” tambah Hanif.
Daya tarik proyek ini bahkan telah menembus batas negara dan mendapatkan apresiasi internasional yang luar biasa. CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa program PSEL Indonesia kini menjadi sorotan dunia sebagai solusi krisis iklim global.
“Sejak dimulai pada awal Januari, program ini menarik antusiasme global yang masif. Dukungan kini meluas hingga mencakup 45 pemerintahan di Timur Tengah, serta mendapat respons positif dari China, Jepang, dan 34 negara lainnya yang telah lulus tahap kualifikasi pertama. PSEL Indonesia bukan sekadar proyek lokal, melainkan solusi krisis sampah global yang diakui dunia,” ungkap Pandu.
Fasilitas PSEL ini diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah masa depan yang bersinergi dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel (TPST RDF).
Dengan total kapasitas pengolahan mencapai 14.000 ton sampah per hari, PSEL ditargetkan mampu menyerap hampir 10 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.
Melalui kolaborasi lintas daerah, KLH optimistis infrastruktur ini akan memacu pertumbuhan ekonomi sirkular dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, sekaligus memastikan bahwa TPA hanya akan menerima residu sampah yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai manfaat lagi.
#pembangunan-sampah #energi-listrik #proyek-psel #investasi-hijau #aglomerasi-wilayah #pengelolaan-sampah #energi-terbarukan #teknologi-canggih #surabaya-raya #lampung-raya #serang-raya #krisis-iklim #n-a