BRIN: Makin Sedikit Petani di Struktur Ketenagakerjaan Indonesia
Struktur ketenagakerjaan Indonesia bergeser; sektor pertanian menyusut, sementara sektor jasa dan konsumsi meningkat. Pencari kerja lebih banyak terserap ke sektor informal.
(Bisnis.Com) 19/12/25 19:31 79149
Bisnis.com, JAKARTA — Struktur sektor ketenagakerjaan Indonesia mengalami pergeseran dalam tujuh tahun terakhir. Pada 2018, mayoritas tenaga kerja masih terserap di sektor pertanian, tetapi pada 2025, meski tetap dominan, porsi sektor pertanian semakin menyusut dan beralih ke sektor lain.
Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipaparkan dalam Seminar Economic Outlook 2026, Jumat (19/12/2025), menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 30,72% tenaga kerja pada 2018. Sedangkan pada 2025, kontribusinya turun menjadi 28,54% atau berkurang 2,2%.
Sebaliknya, sektor-sektor jasa dan konsumsi justru menunjukkan penguatan. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor meningkat menjadi 19,26% pada 2025, dari 18,46% pada 2018.
Peningkatan juga terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan dari 4% menjadi 4,23%, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang naik dari 6,33% menjadi 7,88% pada 2025.
“Itu artinya tiga sektor ini khususnya di pertanian besar, eceran, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu buffer tempat para pencari kerja itu masuk,” ujar Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN Zamroni Salim.
Lebih lanjut, Zamroni menyoroti kualitas pekerjaan yang tercipta di tengah pergeseran struktur ketenagakerjaan. Dia memaparkan bahwa meskipun tingkat pengangguran (unemployment rate) tercatat relatif rendah, yaitu sekitar 4,8%, jumlah pencari kerja dan orang yang putus asa mencari kerja justru terus meningkat.
Berdasarkan Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pencari kerja pada 2019 tercatat sebanyak 7,8 juta orang. Angka tersebut meningkat signifikan menjadi 11,7 juta orang pada 2024. Sementara itu, jumlah penduduk yang putus asa mencari kerja juga melonjak dari 883 ribu orang pada 2019 menjadi 2,7 juta orang pada 2024.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas penyerapan tenaga kerja, yaitu apakah seluruh tambahan tenaga kerja tersebut benar-benar terserap ke sektor formal atau justru sebagian besar masuk ke sektor informal. Menanggapi hal tersebut, Zamroni menilai mayoritas tenaga kerja tersebut cenderung terserap ke sektor informal.
“Dugaan kami sebagian mereka itu masuk ke sektor informal, khususnya di tiga subsektor tadi,” tegasnya. (Putri Astrian Surahman)

#petani-indonesia #struktur-ketenagakerjaan #sektor-pertanian #tenaga-kerja-indonesia #sektor-jasa #sektor-konsumsi #perdagangan-eceran #transportasi-pergudangan #akomodasi-makan-minum #pencari-kerja #n-a