Emiten Grup Bakrie ENRG Raih Peringkat idA+ dari Pefindo, Rancang Obligasi Rp4 Triliun

Emiten Grup Bakrie ENRG Raih Peringkat idA+ dari Pefindo, Rancang Obligasi Rp4 Triliun

PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mendapat peringkat idA+ dari Pefindo untuk obligasi Rp4 triliun, mencerminkan aset terdiversifikasi dan keuangan kuat.

(Bisnis.Com) 23/12/25 10:40 82232

Bisnis.com, JAKARTA — PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mendapat peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat itu juga disematkan Pefindo untuk rencana obligasi berkelanjutan I ENRG tahun 2025 dengan jumlah maksimum Rp4 triliun.

Analis Pefindo Ayuningtyas Nur dan Martin Pandiangan menyampaikan peringkat perusahaan mencerminkan aset ENRG yang terdiversifikasi, proporsi pendapatan berulang yang tinggi dari gas dengan cadangan relatif besar, serta profil keuangan yang kuat. Adapun, prospek peringkat perusahaan adalah stabil.

Berdasarkan data perusahaan per Juni 2025, penjualan ENRG mencapai US$239,1 juta, EBITDA US$145,2 juta, dengan adjusted equity US$692,7 juta dan adjusted debt US$388,9 juta.

“Peringkat dibatasi oleh posisi perusahaan yang moderat di industri, paparan terhadap transaksi pihak berelasi, serta risiko inheren pada sektor berbasis komoditas dan paparan terhadap risiko transisi energi,” papar analis Pefindo, dikutip Selasa (23/12/2025).

Lebih lanjut, peringkat ENRG dapat dinaikan apabila perusahaan Grup Bakrie itu mampu secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya di industri melalui ekspansi usaha. Dengan catatan, ekspansi usaha itu dilakukan dengan tetap mempertahankan profil keuangan yang kuat, serta meningkatkan akses pendanaan eksternal dengan biaya yang lebih kompetitif.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila ENRG lebih agresif dalam membiayai kegiatan usahanya sehingga menyebabkan utang yang lebih tinggi dari proyeksi tanpa diimbangi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat.

“Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan apabila harga komoditas turun jauh di bawah ekspektasi, yang berisiko menekan pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pefindo menyampaikan obligasi berkelanjutan I ENRG tahun 2025 dengan jumlah maksimum Rp4 triliun akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan perusahaan. Dana tersebut akan dipakai untuk pelunasan dipercepat atas kewajiban utang yang ada, serta untuk pendanaan modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha ENRG dan entitas anak yang sedang berjalan.

Seperti diberitakan Bisnis, ENRG bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025. Dari penerbitan surat utang ini perseroan membidik pendanan sebesar Rp500 miliar.

Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 akan diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A bertenor 1 tahun dengan kupon 6,75%-7,25%, seri B bertenor 3 tahun dengan kupon 7,50%-8,25%, dan seri C bertenor 5 tahun dengan kupon 8,50%-9,25%. Pembayaran kupon tersebut akan dilaksanakan secara kuartalan.

Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan I Energi Mega Persada yang menargetkan pendanaan masksimal hingga Rp4 triliun. Obligasi ENRG memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari Pefindo.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual obligasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#enrg #energi-mega-persada #pefindo #ida #obligasi-berkelanjutan #grup-bakrie #peringkat-perusahaan #profil-keuangan #pendapatan-berulang #risiko-transisi-energi #ekspansi-usaha #akses-pendanaan #harg

https://market.bisnis.com/read/20251223/192/1939051/emiten-grup-bakrie-enrg-raih-peringkat-ida-dari-pefindo-rancang-obligasi-rp4-triliun