Kemenhut Datangkan Dokter Gajah dari India ke Riau, Cegah Kematian Akibat Infeksi EEHV
Kemenhut RI datangkan dokter gajah dari India ke Riau untuk cegah kematian gajah Sumatra akibat infeksi EEHV, bekerja sama dengan Fauna Land Indonesia.
(Bisnis.Com) 23/12/25 15:14 82724
Bisnis.com, PEKANBARU-- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memberikan perhatian khusus terhadap upaya perlindungan gajah Sumatra menyusul matinya seekor gajah betina bernama Nurlaila di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Menhut Raja Juli Antoni menyebutkan gajah berusia 1 tahun 6 bulan tersebut dilaporkan mati akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).
Sebagai pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Kemenhut menggandeng Fauna Land Indonesia untuk mendatangkan tim dokter spesialis gajah dari Vantara, India.
“Sesuai janji saya saat mengunjungi PKG Sebanga pada 28 November lalu, akhirnya tim ahli gajah dari India datang ke Riau. Ini ikhtiar serius untuk mencegah kematian gajah Sumatra akibat virus EEHV,” ujar Raja Juli Antoni dikutip Selasa (23/12/2025).
Dijelaskan bahwa Vantara merupakan pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di Jamnagar, Gujarat, India, yang dikenal memiliki salah satu rumah sakit gajah tercanggih di dunia.
Menurutnya bersama Vantara India dan Fauna Land Indonesia, Kemenhut melakukan serangkaian langkah, mulai dari pemeriksaan medis, tindakan pencegahan dini, hingga peningkatan kapasitas perawatan gajah oleh para mahout di lapangan.
Upaya pencegahan kematian gajah akibat infeksi EEHV memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus, terutama dalam mendeteksi gejala sejak dini yang kerap tidak tampak jelas.
Oleh karena itu, kerja sama lintas negara ini dinilai sangat penting untuk memperkuat sistem perlindungan gajah Sumatera yang populasinya kian terancam.
“Ancaman terhadap gajah Sumatera tidak hanya datang dari kehilangan habitat, tetapi juga dari penyakit seperti EEHV. Karena itu kita belajar dari pakar yang terbaik di dunia demi menjaga setiap nyawa gajah,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pemerintah dalam survei serta penanganan kesehatan gajah di Indonesia.
Sebagai perwakilan Vantara di Indonesia, Fauna Land Indonesia memfasilitasi kehadiran tim dokter spesialis gajah dari India.
“Tim dari Vantara telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan dan kesejahteraan gajah, terutama pasca merebaknya penyakit herpes pada gajah,” jelas Danny.
Kolaborasi ini diawali di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau, namun upaya preventif akan diperluas ke seluruh kantong populasi gajah di Sumatra, termasuk Taman Nasional Tesso Nilo, PKG Sebanga Bengkalis, Taman Nasional Way Kambas, serta lokasi-lokasi lainnya di Indonesia.
Kerja sama lintas negara ini diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan gajah di Indonesia secara lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada pencegahan dini, demi memastikan kelangsungan hidup gajah Sumatra di masa depan.
#gajah-sumatra #dokter-gajah-india #infeksi-eehv #kemenhut-riau #konservasi-gajah #pencegahan-eehv #fauna-land-indonesia #vantra-india #rumah-sakit-gajah #perlindungan-gajah #kesehatan-gajah #kematian