Pembiayaan Mobil Listrik Tembus Rp17,64 Triliun, OJK Yakin Bakal Makin Ramai Tahun Depan
Pembiayaan mobil listrik multifinance mencapai Rp17,64 triliun per Oktober 2025. OJK menilai prospeknya tetap positif hingga 2026.
(WE Finance) 29/12/25 16:50 87618
Warta Ekonomi, Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance mencapai Rp17,64 triliun atau tumbuh 2,70% secara month to month (mtm).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
“Per Oktober 2025, pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance tumbuh 2,70% mtm menjadi sebesar Rp17,64 triliun,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Senin (29/12/2025).
Menurut OJK, pembiayaan kendaraan listrik semakin mendapatkan tempat di portofolio perusahaan multifinance seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan efisiensi energi.
Dinilai, kendaraan listrik bisa menawarkan manfaat jangka panjang, baik dari sisi biaya operasional maupun dampak lingkungan, sehingga mendorong permintaan pembiayaan.
Agusman menjelaskan, tren pertumbuhan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun mendatang.
Prospek pembiayaan mobil listrik pada 2026, kata Agusman, terlihat tetap berada dalam tren positif seiring dengan berlanjutnya proses elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
“Prospek pembiayaan mobil listrik pada 2026 diperkirakan tetap positif seiring tren elektrifikasi kendaraan, dukungan kebijakan terkait lingkungan, serta bertambahnya pilihan merek kendaraan listrik di pasar,” ujar Agusman.
Sekedar informasi, selain faktor permintaan, dukungan kebijakan pemerintah terkait transisi energi dan pengurangan emisi juga menjadi faktor pendukung kinerja pembiayaan kendaraan listrik.
Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian bagi industri multifinance untuk terus mengembangkan produk pembiayaan yang sejalan dengan agenda keberlanjutan.