Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, IRN Dukung 96 Penelitian Mahasiswa

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, IRN Dukung 96 Penelitian Mahasiswa

Indofood Riset Nugraha siap mendukung 96 proposal penelitian dari mahasiswa S1 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

(Bisnis Tempo) 19/10/25 20:05 8878

PROGRAM Indofood Riset Nugraha (IRN) kembali digelar tahun ini dengan tema "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal”. Pada periode IRN 2025-2026 ini, IRN siap mendukung 96 proposal penelitian dari mahasiswa S1 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bantuan dana diserahkan secara simbolis, ditandai dengan Penandatanganan MoU di Jakarta.

Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Indrayana mengatakan tahun ini timnya menerima 735 proposal dan meloloskan 96 proposal penelitian. Angka ini naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan antusiasme mahasiswa meningkat untuk melakukan penelitian, khususnya di bidang pangan fungsional dari berbagai aspek keilmuan. "Kami berharap, hadirnya program IRN dapat semakin memberdayakan para peneliti muda untuk berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan pangan lokal, yang pada akhirnya akan turut memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 18 Oktober 2025.

Sebelumnya, hingga batas akhir penerimaan proposal IRN 2025-2026 pada 31 Agustus 2025, sebanyak 735 mahasiswa dari 135 perguruan tinggi seluruh Indonesia menawarkan proposal penelitian mereka. Seluruh proposal yang masuk telah melalui seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan seleksi substansi, melibatkan 9 tim pakar lintas keilmuan, mulai dari pakar di Bidang Teknologi Pangan, Sosial Ekonomi Pertanian, Budidaya Pertanian, Peternakan, Gizi dan Kesehatan, Perikanan dan Kelautan, hingga Genetika dan Bioteknologi Molekuler, serta dari praktisi di sektor Industri.

Sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2006, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal dan mendanai sekitar 1.200 penelitian mahasiswa. Menjelang pelaksanaannya selama dua dasawarsa, IRN kembali mengusung misi untuk mendorong minat riset mahasiswa dalam bidang pangan, inovasi pangan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Hal ini selaras dengan salah satu fokus dari upaya peningkatan ketahanan pangan, yakni dengan menggali potensi pemanfaatan komoditas lokal untuk dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan. Secara umum, pengertian pangan fungsional adalah sumber pangan yang tidak hanya berperan sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga mempunyai khasiat tertentu yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Ketua Tim Pakar IRN Purwiyatno Hariyadi menjelaskan tahun ini, timnya kembali mengambil tema besar "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal”. Tema ini dinilainya sangat relevan dengan kondisi sekarang. "Begitu banyaknya sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, jika berbicara tentang pangan lokal, maka pemanfaatannya juga memiliki dampak untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Purwiyatno.

Selain bantuan dana penelitian, penerima IRN akan didampingi oleh Tim Pakar IRN untuk mendapat bimbingan dalam menghadapi tantangan maupun kendala selama proses penelitian melalui dua tahapan audit. Disamping itu, program IRN juga memberikan pelatihan-pelatihan soft skill yang diperlukan khususnya dalam membangun karakter peneliti muda yang tangguh.

Pada kesempatan yang sama, IRN juga memberikan anugerah bagi empat mahasiswa sebagai Peneliti Terbaik dan Terpilih Program IRN periode 2024/2025. Penilaian diberikan berdasarkan lima kriteria penelitian yaitu proses, mutu, teknik presentasi, penguasaan materi dan sikap peneliti. Mereka adalah Hamzah Akram Maulana dari Universitas Tanjungpura. Hamzah menyiapkan Penelitian berjudul Dairy-Free Imitation Cream Cheese Dengan Fat Replacer Pada Berbagai Konsentrasi Koagulan Gluconic Acid-Δ-Lactone Sebagai Plant-Based Food Berbasis Potensi Lokal Kalimantan Barat.

Ada pula mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada Kalisha Nirmala Chandra dengan judul penelitian Designing Functional Eggs: Peningkatan Kualitas Telur dan Ekspresi Gen Antioksidan Ayam Petelur Melalui Inovasi Suplemen Pakan Berbahan Selenium Organik. Lalu penelitian terbaik lain adalah mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung Rosdiana Anjelina dengan tema judul penelitian Analisis Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman, Kualitas Biomassa, Serta Dinamika Kandungan Nitrogen Pada Sistem Three Sisters Dengan Penggunaan Pupuk Vermikompos. Penelitian terbaik terakhir adalah Zhafa Nesya Salsabila dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dengan judul penelitian Isolasi, Seleksi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Teri Fermentasi (Rusip) sebagai Kandidat Kultur Starter dan Penghasil Bakteriosin.

“Selamat kepada 4 Peneliti Terbaik dari program IRN tahun 2024/2025. Kami berharap semua penerima Indofood Riset Nugraha dapat menginspirasi generasi muda Indonesia terhadap isu keberlanjutan pangan dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” kata Indrayana.

#mahasiswa #pangan-lokal #indofood #penelitian

https://tempo.co/ekonomi/dorong-pemanfaatan-pangan-lokal-irn-dukung-96-penelitian-mahasiswa-2081189