WHO Catat Lebih dari 500.000 Kasus Chikungunya Secara Global Sepanjang 2025
WHO melaporkan lebih dari 500.000 kasus chikungunya global pada 2025, dengan 300.000 kasus di Amerika. Penyebaran dipicu oleh nyamuk Aedes dan mobilitas manusia.
(Bisnis.Com) 31/12/25 17:34 89957
Bisnis.com, JAKARTA – Hingga awal Desember 2025, WHO telah mencatat lebih dari 500.000 kasus chikungunya di seluruh dunia, dengan hampir 300.000 kasus di wilayah Amerika saja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan WHO mengklasifikasikan risiko infeksi virus chikungunya sebagai moderat di seluruh dunia.
“Hal ini didorong oleh wabah yang meluas di berbagai wilayah WHO selama musim 2025 termasuk daerah dengan penularan yang sebelumnya rendah atau tidak ada sama sekali," tulis WHO dalam laporan, dikutip Rabu (31/12/2025).
WHO menyebut, munculnya kembali kasus di wilayah geografis baru disebabkan oleh keberadaan vektor nyamuk Aedes yang kompeten, kekebalan populasi yang terbatas, kondisi lingkungan yang menguntungkan, dan peningkatan mobilitas manusia.
Chikungunya tersebar luas di wilayah tropis dan subtropis dan ditandai dengan gejala seperti demam mendadak, nyeri sendi yang parah, nyeri otot, sakit kepala, dan ruam.
Nyeri sendi juga dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan dapat menyebabkan kecacatan yang berkepanjangan.
Tercatat Ada Hampir 200 Kematian
Dari 502.264 kasus di seluruh dunia hingga saat ini tahun ini, 208.335 dikonfirmasi dan 293.929 diduga di 41 negara dan wilayah dan WHO mencatat 186 kematian disebabkan oleh chikungunya.
Secara wilayah, WHO mencatat Amerika memiliki 291.451 kasus dan 141 kematian, diikuti oleh Asia Tenggara (115.985 kasus, 0 kematian), Eropa (56.986 dan 43 kematian), Pasifik Barat (34.035 dan 2 kematian), Afrika (2.211 dan 0 kematian), dan Timur Tengah (1.596 dan 0 kematian).
Adapun, Brasil menyumbang 84% dari semua kasus yang dilaporkan dan 82% dari kematian di wilayah Amerika, dengan 243.915 kasus dan 116 kematian.
“Meskipun tingkat kematian secara keseluruhan rendah dibandingkan dengan beberapa arbovirus lainnya, penyakit parah dan komplikasi dapat terjadi, terutama pada populasi rentan seperti bayi baru lahir, anak kecil, wanita hamil, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya termasuk diabetes, hipertensi [tekanan darah tinggi], dan penyakit kardiovaskular,” tulis WHO.
#chikungunya-global #kasus-chikungunya #chikungunya-2025 #who-chikungunya #chikungunya-amerika #infeksi-chikungunya #virus-chikungunya #chikungunya-gejala #chikungunya-penyebaran #chikungunya-kematian #n-a