Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan Garut Tembus 111.273 Orang
Selama libur Nataru 2025/2026, Garut mencatat 111.273 kunjungan wisatawan, dengan puncak pada 28 Desember dan 1 Januari. Destinasi terpopuler termasuk Darajat Pass dan Gunung Papandayan.
(Bisnis.Com) 03/01/26 09:10 92006
Bisnis.com, GARUT- Kabupaten Garut mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Berdasarkan laporan rekapitulasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, total kunjungan wisatawan ke 27 objek wisata unggulan mencapai 111.273 orang dalam periode 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Garut tetap menjadi magnet utama wisatawan, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun.
Menurutnya, tren positif ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kenyamanan dan keamanan destinasi wisata di Garut.
“Angka kunjungan yang menembus 111.000 wisatawan ini merupakan sinyal kuat kalau pariwisata Garut masih sangat diminati. Ini hasil kerja pengelola destinasi dan masyarakat,” ujar Abdusy Syakur Amin, Jumat (2/1/2026).
Data menunjukkan, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada 28 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, seiring meningkatnya mobilitas wisatawan domestik dari wilayah Bandung Raya, Jabodetabek, dan Priangan Timur. Lonjakan ini terlihat merata di destinasi wisata alam, wisata buatan, hingga kawasan pemandian air panas.
Beberapa destinasi mencatat jumlah kunjungan paling tinggi selama periode Nataru. Darajat Pass menjadi objek wisata terpadat dengan total kunjungan 20.639 orang, disusul Sabda Alam sebanyak 13.616 pengunjung, serta Taman Air Cahaya Villa yang mencatat 5.670 wisatawan.
Sementara itu, destinasi wisata alam seperti Gunung Papandayan juga mencatat angka kunjungan signifikan mencapai 18.821 orang.
Menurut Bupati, dominasi kunjungan ke kawasan pegunungan dan wisata air panas menunjukkan karakter wisatawan yang masih menjadikan Garut sebagai destinasi rekreasi keluarga dan relaksasi.
Ia menilai hal tersebut perlu direspons dengan peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi.
“Kami mendorong agar pengelola wisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga daya dukung lingkungan, keselamatan pengunjung, serta kualitas pelayanan. Pariwisata berkelanjutan menjadi fokus kami ke depan,” katanya.
Selain destinasi unggulan, objek wisata lain seperti Kebun Mawar Situhapa, Kampung Sampireun, Pantai Sayang Heulang, dan Pantai Rancabuaya juga mengalami peningkatan kunjungan, meskipun tidak setinggi destinasi utama.
Pemerintah daerah menilai pemerataan arus wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperkuat melalui promosi dan pengembangan aksesibilitas.
#garut-wisata #kunjungan-wisatawan #libur-nataru #wisata-garut #destinasi-wisata #pariwisata-garut #objek-wisata-garut #wisata-alam-garut #wisata-buatan-garut #pemandian-air-panas-garut #darajat-pass #n-a