Ahmad Luthfi Terima Penghargaan usai Sukses Pertahankan Indikator Makroekonomi Jateng

Ahmad Luthfi Terima Penghargaan usai Sukses Pertahankan Indikator Makroekonomi Jateng

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi raih penghargaan atas sukses pertahankan pertumbuhan ekonomi 5,28% dan investasi Rp57 triliun, melampaui rata-rata nasional.

(Bisnis.Com) 20/10/25 10:08 9296

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Sebagai Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah 2025 dalam Malam Penganugerahan Radar Kudus Award pada Jumat (17/10/2025) di Pendopo Bupati Blora. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas capaian kinerja makroekonomi di Jawa Tengah yang menunjukkan geliat yang signifikan, bahkan melampaui rerata nasional, di bawah kepemimpinan Luthfi.
Per kuartal II/2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai angka 5,28% secara year on year (yoy). Angka tersebut berhasil melampaui tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,12% (yoy).
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hingga kuartal III/2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai sekitar Rp57 triliun. Jumlah ini merupakan realisasi investasi tertinggi di Pulau Jawa, dengan porsi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar 65% dari total tersebut.
Tingginya realisasi investasi dan pertumbuhan ekonomi ini secara langsung berkorelasi positif terhadap pasar tenaga kerja. Investasi besar tersebut telah berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini. Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Pulau Jawa, menduduki peringkat keempat dengan sumbangan sebesar 14,43%.
Strategi percepatan ekonomi yang diterapkan oleh Gubernur Luthfi bersifat multi-sektor dan komprehensif. Upaya tersebut mencakup jaminan kemudahan berusaha, pengendalian inflasi yang ketat, serta penguatan daya saing dan nilai tambah pada sektor industri. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing kuat dan konsep aglomerasi ekonomi di wilayah eks karesidenan juga menjadi fokus utama.
Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi ditempatkan sebagai pilar fundamental dalam struktur ekonomi regional. Luthfi secara eksplisit mengakui peran vital sektor ini dalam menjaga stabilitas ekonomi. "UMKM ini urat nadi yang perlu dikembangkan, karena sektor ini tidak pernah mengenal krisis atau resesi," kata Luthfi.
Data menunjukkan vitalitas sektor ini. Hingga Kuartal III/2025, tercatat sebanyak 28.365 unit koperasi aktif di Jawa Tengah. Koperasi-koperasi tersebut berhasil menghimpun anggota hingga 7.001.282 orang dan menyerap 118.667 tenaga kerja. Total nilai aset koperasi tercatat mencapai Rp51,09 triliun, dengan akumulasi omzet sebesar Rp42,22 triliun.
Sementara itu, sektor UMKM yang berada di bawah pembinaan pemerintah provinsi mencakup 197.539 unit. Nilai aset gabungan UMKM ini mencapai Rp39,65 triliun, menghasilkan omzet sebesar Rp69,88 triliun. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM jauh lebih besar, mencapai 1.376.600 orang. Dimana kontribusi sektor koperasi dan UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada Kuartal II/2025 mencapai 8,36%.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi agenda prioritas untuk menopang geliat perekonomian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan hingga akhir tahun 2025, sebanyak 94% dari total panjang jalan provinsi akan berada dalam kondisi mantap. Selain itu, percepatan revitalisasi infrastruktur vital seperti Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terus didorong. Upaya ini juga diikuti dengan akselerasi penambahan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru," ujarnya usai menerima penghargaan.
Luthfi menambahkan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan menuntut integrasi kerja dari berbagai pihak. Kolaborasi harus melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa. Selain itu, stakeholder terkait, potensi masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa juga diposisikan sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi kemajuan daerah.
Acara penganugerahan tersebut turut memberikan penghargaan kepada 35 tokoh lainnya. Di antara penerima penghargaan adalah para bupati di wilayah eks Karesidenan Pati, serta penghargaan khusus kepada tokoh Samin, Pramugi Prawiro Wijoyo, atas kontribusinya dalam mengembangkan Desa Wisata Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Komitmen terhadap pengembangan ekonomi daerah, baik dari sisi makro maupun mikro, menjadi benang merah utama dalam acara Malam Penganugerahan tersebut.

#ahmad-luthfi #penghargaan-ekonomi #makroekonomi-jateng #pertumbuhan-ekonomi #investasi-jawa-tengah #tenaga-kerja-jateng #kontribusi-ekonomi #strategi-percepatan-ekonomi #umkm-jawa-tengah #koperasi-jat

https://semarang.bisnis.com/read/20251020/535/1921693/ahmad-luthfi-terima-penghargaan-usai-sukses-pertahankan-indikator-makroekonomi-jateng