Venezuela Ternyata Punya Cadangan Minyak Terbesar di Dunia, Ini Faktanya!
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar dunia, mencapai 303 miliar barel. Namun, produksi terhambat oleh sanksi internasional dan tantangan teknis.
(Bisnis.Com) 05/01/26 14:00 93657
Bisnis.com, JAKARTA — Gejolak politik di Venezuela kembali memuncak setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap secara paksa dari Caracas dalam operasi yang melibatkan Amerika Serikat.
Peristiwa tersebut berdampak langsung pada sektor energi setelah AS memberlakukan blokade penuh terhadap kapal tanker minyak Venezuela. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa embargo minyak kini berlaku sepenuhnya, semakin menekan ekspor minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut, seperti dikutip dari berita yang ditayangkan Bisnis.
Di tengah tekanan tersebut, Venezuela sejatinya menyimpan potensi energi yang sangat besar. Negara Amerika Latin tersebut tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia.
Mengutip Al Jazeera pada Senin (5/1/2026), hingga 2023 cadangan minyak Venezuela diperkirakan mencapai 303 miliar barel. Jumlah ini menempatkan Venezuela di peringkat pertama dunia, melampaui Arab Saudi dengan cadangan sekitar 267,2 miliar barel, Iran 208,6 miliar barel, serta Kanada 163,6 miliar barel. Keempat negara tersebut secara kolektif menguasai lebih dari separuh cadangan minyak global.
Sebagai perbandingan, Amerika Serikat hanya memiliki sekitar 55 miliar barel cadangan minyak dan berada di peringkat kesembilan dunia. Cadangan minyak Venezuela bahkan lebih dari lima kali lipat cadangan AS. Secara global, total cadangan minyak terbukti (proven reserves) diperkirakan mencapai 1,73 triliun barel.
Sebagian besar cadangan minyak Venezuela terkonsentrasi di Sabuk Orinoco (Orinoco Belt), wilayah seluas sekitar 55.000 kilometer persegi di bagian timur negara tersebut. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu cekungan minyak terbesar di dunia.
Namun, minyak di wilayah ini tergolong minyak ekstra berat (extra-heavy crude) dengan viskositas dan densitas tinggi. Karakteristik tersebut membuat proses ekstraksi jauh lebih kompleks dan mahal dibandingkan minyak konvensional. Produksi membutuhkan teknologi khusus, seperti injeksi uap dan pencampuran dengan minyak yang lebih ringan agar dapat dipasarkan.
Selain itu, kandungan sulfur yang tinggi menyebabkan minyak Venezuela umumnya diperdagangkan dengan diskon harga dibandingkan minyak ringan berkualitas lebih baik.
Industri minyak Venezuela sendiri didominasi oleh Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), perusahaan minyak milik negara yang menguasai sebagian besar operasi di Sabuk Orinoco. Namun, kinerja PDVSA dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur yang menua, minimnya investasi, persoalan tata kelola, hingga dampak sanksi internasional.
Kondisi tersebut membatasi kemampuan Venezuela untuk meningkatkan produksi, meskipun cadangan minyak yang dimiliki sangat besar.
Berdasarkan data Observatory of Economic Complexity (OEC), nilai ekspor minyak mentah Venezuela pada 2023 hanya mencapai sekitar US$4,05 miliar atau setara dengan Rp67,85 triliun. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan eksportir utama lainnya, seperti Arab Saudi yang mencatat ekspor US$181 miliar (Rp3.032,32 triliun), Amerika Serikat US$125 miliar (Rp2.043,89 triliun), dan Rusia US$122 miliar (Rp2.094,15 triliun).
Dilansir dari Import Globals, ekspor minyak Venezuela memang mengalami fluktuasi selama hampir 10 tahun terakhir. Negara tersebut berkinerja lebih baik pada tahun 2025 ketika pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif tambahan sebesar 25% terhadap negara-negara yang mengimpor minyak Venezuela. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan mitra dagang utama seperti China dan India.
Meski India menghentikan pembelian, China tetap melanjutkan impor minyak dari Venezuela. Hingga 3 September 2025, ekspor minyak Venezuela tercatat menembus 900.000 barel per hari, level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah kapasitas produksi sebelum sanksi internasional diberlakukan. (Angela Keraf)
#venezuela #cadangan-minyak-venezuela #presiden-venezuela #maduro #maduro-ditangkap #minyak-venezuela #ekspor-minyak-venezuela #sabuk-orinoco #minyak-ekstra-berat #petroleos-de-venezuela #pdvsa #sanksi