Mayoritas Konsumen Harbolnas Belanja via Tautan Afiliator

Mayoritas Konsumen Harbolnas Belanja via Tautan Afiliator

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan 54 persen konsumen Harbolnas 2025 membeli melalui tautan yang dibagikan afiliator di berbagai platform.

(Bisnis Tempo) 05/01/26 13:50 93672

KEMENTERIAN Perdagangan mengumumkan program belanja daring Hari Belanja Nasional atau Harbolnas 2025 menorehkan total transaksi senilai Rp 36,45 triliun. “Meningkat 17 persen dibanding total transaksi tahun lalu,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2025. Program belanja daring ini berlangsung pada 10–16 Desember 2025. Capaian transaksi selama enam hari tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 33–34 triliun. Budi pun menyatakan program belanja daring itu menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, program ini menjadi stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. Sebanyak 1.300 pelaku usaha berpartisipasi dalam program belanja ini. Mereka terdiri dari pedagang atau merchant, retail daring, hingga penyedia layanan lokapasar atau marketplace.Dalam pelaksanaan program belanja ini, Budi mengatakan penjualan produk lokal tercatat berkontribusi sebesar 45,6 persen dari total transaksi dengan nilai Rp 16,6 triliun. Budi mengatakan transaksi produk lokal meningkat 3 persen atau sebesar Rp 500 miliar dibandingkan dengan 2024. Adapun tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati oleh konsumen dalam program belanja ini adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta produk makanan dan minuman. “Capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital,” kata dia. Budi mengatakan pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti Harbolnas. Salah satu upayanya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, dan penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan.Dalam perilaku berbelanja, Budi mengatakan 80 persen konsumen berminat dengan fitur belanja siaran langsung atau live shopping. Menurut Budi, kemampuan penjual menyediakan ulasan produk secara daring dan interaktif menjadi keunggulan dari fitur ini. Fitur live shopping, kata Budi, bahkan jauh lebih diminati dibandingkan fitur permainan atau gamifikasi seperti pengumpulan poin atau kenaikan peringkat yang diminati 31 persen konsumen. Sementara itu, hanya 7 persen konsumen yang meminati fitur lelang.Budi menyoroti metode promosi melalui afiliator. Budi mengatakan 54 persen konsumen Harbolnas 2025 membeli melalui tautan yang dibagikan oleh afiliator di berbagai platform media sosial seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts. Afiliator berbeda dengan influencer atau pemengaruh. Jika influencer harus memiliki jumlah pengikut tertentu di media sosial, afiliator tidak punya standar jumlah pengikut. Selain itu, influncer memiliki daftar tarif terlepas dari hasil penualan, sedangkan afiliator menerima komisi sekian persen dari nilai penjualan.Adapun Harbolnas 2025 merupakan program kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Menteri Budi berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV. Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan program belanja lain seperti Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale. Pemerintah menargetkan total nilai transaksi ketiga program itu pada 2025 mencapai Rp 110 triliun. “Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan,” kata Budi. ia pun berharap agar pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum program belanja untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik yang semakin kompetitif.

#harbolnas #menteri-perdagangan #afiliator

https://tempo.co/ekonomi/mayoritas-konsumen-harbolnas-belanja-via-tautan-afiliator-2104523