Manuver Manajer Investasi Tarik Minat Investor Reksa Dana di 2026
Manajer Investasi siapkan strategi reksa dana 2026, fokus pada saham kapitalisasi besar dan sektor defensif, dengan Sinarmas AM dan KIM memimpin inovasi.
(Bisnis.Com) 09/01/26 20:04 98752
Bisnis.com, JAKARTA – Manajer Investasi (MI) mempersiapkan sejumlah strategi untuk menarik minat investor masuk ke produk reksa dana. Hal itu seiring dengan pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) yang tumbuh signifikan pada 2025.
Sinarmas Asset Management menjadi salah satu manajer investasi yang membukukan AUM yang tinggi. Manajemen mencatat, torehan AUM perusahaan mencapai Rp62,39 triliun. Untuk itu, sejumlah strategi dipersiapkan Sinarmas AM dalam mengarungi 2026.
Head of Equity Sinarmas Asset Management Donny Primananda, menerangkan bahwa Sinarmas AM akan memilih strategi taktis dan berbasis fundamental dalam meracik reksa dana.
Khusus bagi reksa dana saham atau campuran, strategi akan lebih berfokus pada alokasi yang cukup besar terhadap saham-saham yang memiliki kapitalisasi jumbo dan likuid.
Sedikitnya terdapat tiga jenis reksa dana saham yang diracik oleh Sinarmas AM. Ketiga produk itu antara lain Simas Danamas Saham, Simas Saham Unggulan, dan Simas Saham Maksima.
Melansir data Bareksa, Simas Danamas Saham memang berkinerja cukup positif selama satu tahun belakangan. Harganya telah naik 33,57% YoY. Reksa dana ini memiliki 80–90% eksposur terhadap saham. Beberapa saham antara lain ARCI, BRPT, BRMS, DSNG, atau HRTA.
Begitu juga dengan Simas Saham Unggulan yang telah mengalami kenaikan hingga 22,57% YoY, dengan dana kelolaan hingga Rp585,44 miliar. Reksa dana ini bahkan memiliki eksposur maksimal 98% terhadap saham, seperti BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, DEWA, MDKA, atau PTRO.
“Sektor yang menjadi perhatian kami antara lain perbankan, consumer goods, emas, nikel, CPO, dan telekomunikasi,” katanya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).
Selain berbasis sektoral, pemilihan saham juga mempertimbangkan fundamental yang kuat dan arus kas yang stabil dari perusahaan terkait, eksposur terhadap konsumsi domestik, hingga eksposur ke komoditas seiring kebijakan moneter yang cenderung longgar.
Sementara itu, Korea Investment Management Indonesia (KIM) memiliki pandangan yang berbeda. Di tengah gejolak geopolitik yang kian memanas dan peluang terhadap industri reksa dana, strategi yang diterapkan KIM adalah memilih saham defensif dan berorientasi domestik.
Dua sektor yang menjadi acuan utama KIM antara lain telekomunikasi dan konsumer. Menurutnya, saham yang tergabung dalam pasar modal Indonesia tengah masuk dalam valuasi yang cenderung murah lantaran berada di bawah rata-rata historis.
Terhadap sektor telekomunikasi, selain bersifat defensif, juga dinilai memiliki potensi perbaikan fundamental dan penciptaan nilai melalui berbagai inisiatif strategis.
Sementara sektor konsumer, dinilai cukup prospektif lantaran dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang relatif ekspansif, meskipun realisasinya dinilai bergantung pada pemulihan daya beli masyarakat.
“Sebaliknya, kami cenderung lebih berhati-hati terhadap sektor berbasis komoditas yang sangat sensitif terhadap dinamika global dan berpotensi mengalami volatilitas lebih tinggi dalam kondisi ketidakpastian,” katanya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).
Khusus bagi RDPT atau campuran, KIM memilih obligasi dengan tenor 3–5 tahun karena dinilai menawarkan imbal hasil yang kompetitif, meskipun tren suku bunga cenderung menurun.
Sementara itu, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi menyebut bahwa pihaknya cenderung memilih saham-saham yang sama dengan racikan reksa dana saham/campuran mereka tahun lalu.
Khusus obligasi pemerintah, Batavia Prosperindo cenderung memilih untuk menetralkan durasi dan memperhatikan kualitas kredit dan fundamental perusahaan untuk obligasi korporasi.
“Kami fokus pada tema-tema yang selaras dengan fokus pertumbuhan ekonomi yang direncanakan oleh pemerintah, seperti konsumer dan kesehatan,” katanya, Jumat (9/1/2026).
#investasi-reksa-dana #manajer-investasi #strategi-investasi #pertumbuhan-aum #sinarmas-asset-management #reksa-dana-saham #kapitalisasi-saham #sektor-perbankan #sektor-konsumer #sektor-telekomunikasi #n-a