Kenal Lebih dekat dengan Super Flu, Benarkah Lebih Berbahaya?

Kenal Lebih dekat dengan Super Flu, Benarkah Lebih Berbahaya?

Super flu, istilah non-medis, merujuk pada influenza A H3N2 dengan penularan cepat. Meski tidak lebih parah, tetap waspadai gejala dan risiko pada kelompok rentan.

(Bisnis.Com) 11/01/26 19:33 99896

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak awal tahun, istilah super flu ramai dibicarakan dan menimbulkan kekhawatiran baru di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebut-sebut punya karakteristik lebih mudah menular dan dikaitkan dengan peningkatan kasus di beberapa daerah.

Subspesialis pulmonologi dan respirologi anak, Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa sebutan super flu sebenarnya tidak dikenal dalam istilah medis. Flu yang sedang banyak diperbincangkan masyarakat merujuk pada influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K.

Dalam praktik kedokteran, kondisi tersebut tetap diklasifikasikan sebagai influenza biasa. Namun, pada kasus yang kerap disebut super flu, perbedaan utamanya terletak pada daya penularannya yang lebih tinggi.

"Salah satu alasan di masyarakat disebut super flu mungkin karena penularannya itu sangat cepat. Satu orang sakit itu bisa menulari dua atau tiga orang di sekitarnya," kata Nastiti dalam Seminar Media Mengenali Superflu dan Influenza pada Anak, beberapa waktu lalu.

Kondisi ini diperparah dengan karakteristik virusnya. Nastiti menyebut orang dewasa yang terkena super flu dapat menularkan influenza sejak satu hari sebelum gejala dan lima hari setelah gejala muncul. Situasi tersebut membuat banyak orang tidak menyadari bahwa ada individu yang sedang sakit di sekitarnya.

Meski disebut memiliki tingkat penularan lebih mudah, hingga saat ini tingkat keparahannya belum terbukti lebih tinggi dibanding varian lain.

"Namun, bukan berarti penyakit ini bisa disepelekan. Sebab, influenza juga bisa berbahaya, terutama untuk orang dengan risiko tinggi, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta," imbuhnya.

Saat ini, katanya, yang perlu dilakukan masyarakat ialah memahami gejala influenza yang muncul. Tanda-tandanya antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, rasa lelah dan lemas, nyeri otot serta sendi, hingga muntah dan diare, meskipun keluhan terakhir tergolong jarang.

Penanganan utama yang dapat dilakukan di rumah meliputi menjaga kecukupan cairan, istirahat yang cukup, dan memastikan gizi terpenuhi. Namun, jika ada tambahan gejala lain yang termasuk ke dalam tanda bahaya, harus diwaspadai lebih.

Gejala tersebut meliputi demam tinggi, bayi atau anak sulit minum, sesak napas yang ditandai dengan napas yang cepat atau adanya tarikan pada dinding dada bagian bawah saat bernapas, kejang, penurunan kesadaran, hingga sianosis atau kebiruan di sekitar mulut.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan medis lebih lanjut.

#super-flu #influenza-tipe-a #h3n2-subclade-k #penularan-influenza #gejala-influenza #influenza-pada-anak #risiko-tinggi-influenza #penanganan-influenza #gejala-super-flu #influenza-menular #influenza

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260111/106/1943312/kenal-lebih-dekat-dengan-super-flu-benarkah-lebih-berbahaya