Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengungkap telah mengantongi 3,1 Juta hektare (Ha) lahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program transmigrasi.
Mentrans Iftitah Suryanegara menjelaskan bahwa dari total lahan tersedia tersebut, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap 72 bidang lahan dengan total luas mencapai 300.000 hektare (Ha).
"Sampai saat ini 72 bidang HPL yang sudah terinventarisasi seluas 300.000 hektare dari 3,1 juta hektare HPL transmigrasi," jelasnya dalam agenda Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (4/2/2026).
Adapun saat ini, dari 300.000 Ha lahan yang telah diinventarisasi seluas 22.000 Ha telah dilakukan valuasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan total nilai mencapai Rp3,1 triliun.
Saat ini, tambah Iftitah, pihaknya tengah mengajukan proses valuasi terhadap 500.000 Ha lahan lainnya yang bakal digunakan untuk mendukung program transmigrasi nasional.
"Valuasi ini bukan untuk menjual atau mengalihkan aset negara, melainkan sebagai dasar penataan, perencanaan, dan optimalisasi pemanfaatan lahan transmigrasi secara sah, transparan, dan berpihak kepada pertumbuhan negara dan masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi melaporkan capaian kinerja program Trans Tuntas tahun 2025. Sebanyak 13.248 bidang SHM telah dibagikan kepada para transmigran di 22 provinsi.
Iftitah menambahkan, pemberian SHM merupakan wujud Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan kepastian hukum atas lahan yang menjadi hak para transmigran. Mengingat kepemilikan SHM ini membuka ruang bagi para transmigran untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya.
"Persoalan tanah yang tertunda puluhan tahun mulai kami selesaikan satu per satu. Bagi kami, sertifikat tanah bukan sekedar dokumen, tapi kepastian hukum ketenangan hidup dan modal ekonomi rakyat," pungkasnya.